Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Namun, pada saat itu, wanita tua berambut putih lebat di belakangnya tiba-tiba bergerak dan menghentikan Xiao Mei. Ia berkata dengan suara rendah, "Nona, lupakan saja. Itu pil yang tidak berguna dan tidak diketahui fungsinya. Tidak perlu membuang uang untuk itu."
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
MADU Titipan

MADU Titipan

" Kulihat ia mengedipkan matanya, genit. "Eh?! Mmm ..." Mas Kamal berpikir. Ia memainkan jenggot tipisnya. Mengusapnya pelan. Bulu-bulu halus itu memang sangat asyik dimainkan. Geli.Aku menatap Mas Kamal tajam. Kedua alisku sampai menukik dan bersentuhan satu sama lain. Kugelengkan pelan kepala ini dan lalu tersenyum pada kedua orang tua Mawar.
8.77.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Suami Tampan Tapi Pelit

Suami Tampan Tapi Pelit

“Iya. Tapi aku punya syarat.” Luna menahan napas, menunggu Ardi melanjutkan. “Kamu harus memastikan semuanya hemat. Jangan boros, dan jangan terlalu lama di sana. Aku nggak mau ada pengeluaran yang nggak perlu,” kata Ardi dengan nada tegas. Luna mengangguk cepat, meskipun hatinya sedikit terganjal dengan syarat itu. “Iya, Mas. Aku janji nggak akan boros.”
843 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Tabib Sakti Tak Terkalahkan

Tabib Sakti Tak Terkalahkan

Kini mereka berdua paham jika melakukan bedah tidak bisa sembarangan memotong dan perlu dilakukan sayatan setipis mungkin untuk mencegah memotong otot dan jaringan saraf yang ada. “ Junior, darimana kau mendapat alat alat ini?” Tanya Fu Long penasaran dengan alat pisau tipis yang dimilikinya. “ Ini milik guruku.” Jawab Shizi singkat. Tentunya ia tidak mungkin mengatakan jika ini adalah barang yang ia temukan ketika berada di dalam gua bawah sungai karena mereka tentunya pasti tidak akan percaya. Shizi melirik sekilas pada Nyonya Dian Ning, tampak ia tersenyum kecil karena sang nyonya tahu betul jika Shizi sedang berbohong pada mereka berdua.
9.4162.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai potongan tipis
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
Pok Jang
Numpang promosi thor! Tiga Mayat Satu Takdir ~ "Dalam dunia di mana kebajikan adalah topeng, seorang pemuda bertaruh segalanya demi cinta dan keluarga." "Ketika sihir terlarang menjadi satu-satunya pilihan, bagaimana kebaikan bisa bertahan?"
Mr. Mystery
Izin Promosi Thor Bagi kalian yang suka membaca kultivator yang benar-benar realistis, dimulai dari manusia biasa/fana yang menjadi legenda. Tanpa embel-embel keluarga/klan atau pelindung di belakangnya... Yuk baca "Benih Dao Kekacauan" 🫡🫡
Baca Semua Ulasan
Miracle Doctor's (System) Livestreaming

Miracle Doctor's (System) Livestreaming

Saya ingin melanjutkan studi lebih lanjut di sana] [Oh yo!! Yang diatas, akhirnya menunjukkan kenapa orang berbakat harus menyembunyikan identitas. Terlalu banyak gangguan untuk menjadi terkenal /chuckle//chuckle/] Semua dokter yang menonton siaran langsung berpendapat bahwa sayatan 5 cm tepat untuk radang usus buntu biasa, dan ini bisa disebut sayatan kecil.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Anakku Terlalu Pelit

Anakku Terlalu Pelit

perintahnya sambil meniup peluit panjang. Anak-anak mulai berlari. Langkah-langkah kaki bergema serempak. Debu mengepul dari tanah yang masih agak basah. Matahari mulai meninggi, panasnya menusuk kulit. Aku berusaha menjaga ritme napas, tapi tubuhku terasa lemas. Mungkin karena semalam aku hanya makan dua sendok nasi. Itu pun tanpa lauk. “Baru satu putaran. Lanjut putaran kedua. Ayo, semangat! Semangat!” Pak Ketut bertepuk tangan keras, memberi semangat.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Tertipu Masa Lalu

Tertipu Masa Lalu

"Sudah setengah jadi, apakah ini milikku sekarang?" Delano memungut cat minyak dan terpentin yang diberikan oleh Jeff untuknya. Terpentin adalah minyak pelarut yang digunakan untuk mengencerkan cat minyak. "Tentu, hadiah itu dariku, untukmu. Kamu spesial Delano. Aku ingin melihat karya setengah jadimu. Aku penasaran. Apa yang akan kau gunakan untuk menarik perhatian Darren?"
1011.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 442 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!

JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!

Dipotong lagi pun percuma. Apalagi Lin Xuan ini minta potong bagian yang lebih kecil? Baru kali ini pemotong dengar cara begini. Belum pernah. Orang lain kalau nekat potong ulang, pasti pilih bagian yang gede. Bagian besar masih mungkin menyimpan giok di kedalaman. Tapi bagian kecil? Area sekecil itu, udah keliatan tembus, tak ada ruang buat giok. Lagipula, kalaupun dipotong, seberapa besar giok yang bisa muat di situ? Selebar kuku? Selebar jempol?
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 451 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Penyintas

Penyintas

--------------------- Bersambung. ---------------------
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
MERTUA PELIT, MENANTU CERDIK

MERTUA PELIT, MENANTU CERDIK

kata Lina sambil mengendikkan bahu. "Sudah, kamu goreng itu tempenya!" Bu Romlah menunjuk tempe di atas meja yang telah diiris tipis setipis KTP. "Setipis ini, Buk?" "Kenapa?" "Enggak, harusnya kalau tipis gini bikin tempe mendoan enak, Buk?!"
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status