Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ojol Simpanan Artis Cantik

Ojol Simpanan Artis Cantik

Dalam waktu kurang dari satu detik, sebuah teknik memotong yang absurd dan gila tercipta begitu saja. Tangan kananku bergerak secepat kilat bak bayangan, mencacah seluruh mentega, cokelat, dan sayuran di atas talenan menjadi potongan tipis berukuran mikron yang luar biasa presisi. Suara hantaman pisau di atas kayu berdentum cepat seperti suara senapan mesin. Takk! Pisau itu menancap kuat di atas talenan, tepat satu milimeter di samping jari lentik Sora yang sedang memegangi ujung meja.
8.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Titip Benih

Titip Benih

Aku sangat senang karena akhirnya permasalahan ini terpecahkan. "Iya, Pak, Saya setuju, dengan cara dicicil, jadi saya tetap bisa buka usaha kecil-kecilan," "Nah, karena Nak Airin sudah setuju jadi kita deal inia ya?"ucap Pak Rt kepada kami berdua. "Iya, Pak, Deal."Jawabku serempak dengan pak Soleh.
1030.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 847 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI SINDEN

PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI SINDEN

Pakaian berbahan tipis melambai yang tengah dikenakan benar-benar tidak dapat menyembunyikan denyutan-denyutan yang langsung dihasilkan otot-otot kewanitaannya. Sentuhan dan pijatan lembut Romi di titik-titik erotis tubuhnya seolah sengaja dilakukan untuk menggodanya. Tak menunggu lama Lilis pun mulai terhanyut dalam riak gelombang gairah. Entah kapan dan bagaimana Romi melakukannya, tiba-tiba saja Lilis sudah terbaring hanya mengenakan selapis tipis segitiga pengaman berbahan renda. Dan Romi sudah sibuk menjilati setiap inci kulit tubuhnya dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya.
1013.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 361 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Tingkat Dua

Tingkat Dua

Bagaimanapun, usahaku membutuhkan profit agar dapat memberikan upah kepada mereka yang bekerja. "Produknya apa emang, Dit?" "Sejenis keripik gitu. Rasanya enak kok. Gue pernah nyoba pas ada anak-anak yang bawa ke sekret," Jelasku padanya. "Menurut gue gapapa sih... Kita juga belum sedia camilan gitu kan? Tapi mungkin entar lo bisa obrolin lagi sama anak-anak buat packaging-nya biar menarik. Soalnya kan market kita anak-anak remaja."
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
GAIRAH MANTAN SUAMIKU YANG NAKAL
Baca
+Pustaka
My Beloved Partner

My Beloved Partner

“Nah, kamu beli satu loyang piza. Terus kamu cuma makan seperempat bagian. Tapi ternyata kamu lagi diet, jadi kamu cuma makan setengah dari seperempat itu. Jadi, berapa bagian piza yang kamu makan sebenarnya?” Salah satu murid, Arvino, langsung angkat tangan. “Setengah dikali seperempat. Berarti satu per delapan, Pak!” “Persis!” ujar Taka sambil melempar senyum kemenangan. “Jadi kalau diet, jangan beli satu loyang. Beli satu potong aja. Hemat!” Anak-anak tertawa. Pengamat mencatat. Taka lalu membagikan potongan kertas bentuk lingkaran kecil. “Sekarang, kalian coba buat soal seperti tadi pakai ilustrasi. Siapa yang paling seru ceritanya, aku kasih hadiah!"
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
PEREMPUAN MILIK MORETTI

PEREMPUAN MILIK MORETTI

Tepi. Dari depan—tidak ada yang salah. Ia bergeser setengah langkah. Cahaya berubah. Belum cukup. Satu langkah lagi. Dan— garis itu muncul. Tipis. Terputus di satu titik, lalu menyambung lagi. Bukan retakan yang jujur. Sesuatu yang disusun untuk tidak terlihat. Tangannya terangkat. Berhenti.
808 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pembalasan

Sentuhan Pembalasan

"Maaf, Mbak. Tadi ada macet di..." "Alasan! Cowok miskin kayak lo emang cuma jago bikin alasan," Gadis itu menyambar pesanannya, lalu sengaja menjatuhkan uang tips recehan ke tanah. "Ambil tuh. Buat beli sabun, biar badan lo nggak bau apek." Arka terdiam. Ia melihat koin-koin itu menggelinding ke kubangan air. Ia memungutnya dengan tangan gemetar. Harga diri? Sudah lama benda itu terkubur oleh rasa lapar.
10814 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Kaki sedikit terbuka, berat badan seimbang, lengan bebas bergerak. Ia mengambil skalpel nomor 15, bilah kecil berbentuk seperti bulan sabit. Tangan kanan memegang dengan grip pensil, jari telunjuk di atas punggung bilah untuk kontrol presisi. Bilah menyentuh kulit tepat di ujung garis penanda. Peter menarik dengan tekanan stabil, tidak terlalu dalam, hanya menembus epidermis dan dermis. Darah tipis mulai mengalir sepanjang garis insisi.
1045.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status