SANTET
Sesuai petunjuk Mbah Harjo, kalau bisa kain jarik itu berada di atas lututnya, semakin terbuka maka semakin sempurna ritualnya.
Setelah berganti memakai kain jarik, Mbah Harjo membawa Nining ke sebuah kamar khusus. Di sana ada kendi dengan ukuran cukup besar, aroma kemenyan menusuk indra penciuman. Sumi menahan napas karena tidak tahan akan bau kemenyan. Sedangkan Ita terlihat begitu tenang, meski matanya menelisik seluruh ruangan yang ditutupi oleh kain berwarna hitam. Hanya ada penerangan dari lampu templok kecil di atas kendi.
"Waktu surup segera tiba, kalian tunggu di luar," titah Mbah Harjo.
Hot Chapters