Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PERSUGIHAN

PERSUGIHAN

tanya dokter yang menyentuh kulit pen*s Adam yang kelihatan melepuh. “Iya, hanya bagian itu.” “Apakah anda menyuntikan obat tertentu atau menggunakan minyak perlumas?” tanya dokter yang masih penasaran. Karena ia pertama kali melihat pen*s setengah hitam melepuh seperti itu. seperti daging yang sudah masak. “Tidak ada, hanya memakai kondom.” “Saya nuliskan berapa obat antibiotik, lusa datang lagi untuk melakukan pemeriksaan lanjut dan melihat perkembangannya.”
9.8322.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.6K kali sebagai potongan tipis
Tampilkan Ulasan (64)
Baca
+Pustaka
ANGELA HIKARU
Hai para hatter... ngak usah lapor2in deh ke editor dan gosip. apa lagi persulit rezeki orang. rezeki sudah di atur tuhan dan usaha dong... jangan sirik dan persulit rezeki orang. karma pasti berlaku 😘😘 sekarang kalian bisa ketawa. tapi bisa sampai kapan...
NanaMia
Kak Angela, aku udah baca hingga bab 97. Jujur deh, pada bab awal aku sakit ati sama Ardi, tapi di bab 96 hingga 97 aku merasa kagum dengan perkembangan watak Ardi. cerita kakak bikin aku merasa roller-coaster gitu. Semangat kak. Tiap hari aku menunggu bab seterusnya😭💪🏻
Baca Semua Ulasan
Pengantin Titipan

Pengantin Titipan

Awas! "Apa yang dipotong-potong sampai kecil, tapi tetap panjang?" "Halaah, gampang itu!" Alisku bertaut. Apa teka-tekiku terlalu mudah? "Apa coba?" "Kacang panjanglaaah!" "Ih, gak seru!" Aku sebal. Kok, Bang Aldin dengan gampang menjawab teka-teki dariku?
9.621.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 736 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Terjebak Hasrat Terlarang Dokter Denver

Terjebak Hasrat Terlarang Dokter Denver

Dia tersenyum tipis, lalu mengambil satu cinnamon roll yang baru saja dihidangkan. Asap tipis mengepul, membawa aroma kayu manis yang manis. Dengan santai, Denver memotong cinnamon roll menjadi kecil. Dewi menelan ludah, yakin potongan itu untuknya. Namun, Denver malah memakannya sendiri. Mata Dewi berkaca-kaca. Dia heran, kenapa hal kecil seperti ini membuatnya merasa rendah hati. Denver menoleh dan menggoda, “Kamu mau?”
10183.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.8K kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

Rungan ini terbilang cukup luas. Eka bergumam pelan sambil melihat-lihat daftar buku yang berjajar rapi di sana. BRUK! Tanpa sengaja, Eka bertabrakan dengan seseorang. Memiliki paras tampan, tinggi 170 cm dan putih. "Maaf," kata Eka spontan, sesaat setelah menabrak pemuda itu. Eka pun mendongak, dilihatnya pemuda tersebut. Ternyata ia pemuda yang sama, yang beberapa saat lalu dibicarakan oleh para gadis.
1013.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 418 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Kebahagiaan Kecilku

Kebahagiaan Kecilku

“Aku hanya ingin memastikan.” Dari kaca depan, mereka melihat mobil hitam itu melambat di persimpangan, ragu untuk mengikuti. Beberapa detik terasa sangat panjang. Lalu mobil itu berbelok. Mengikuti. Kendrick tersenyum tipis, tanpa humor. “Baiklah.” Ia mempercepat mobil, menyusuri jalan-jalan kecil yang jarang dilewati. Gedung-gedung tinggi berganti menjadi kawasan perumahan lama. Lampu jalan lebih jarang, suasana lebih sunyi.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Terjebak Hasrat Dua Tuan Muda Dewangga

Terjebak Hasrat Dua Tuan Muda Dewangga

mohon Zero lirih. ​Dimas tersenyum miring, gaya khas kemenangan rakyat jelata. "Okay, fine. Kebetulan tempat cuci piring lagi kosong. Gajinya minimum wage, nggak ada tips, dan kalau ada piring pecah, dipotong gaji. Deal?"
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

katanya sabar tapi tegas, “mulai dari garis lengkung tipis. Jangan ditekan. Biarkan kuasnya bernapas.” Shen Liu Zi mengangguk sungguh-sungguh. Dia meniru posisi tangan Kepala Xun, memiringkan pergelangan sedikit seperti yang dicontohkan. Ujung kuasnya menyentuh permukaan kertas, llalu garisnya langsung melebar. “Tipis,” ulang Kepala Xun, alisnya berkerut, “itu terlalu tebal.” Shen Liu Zi menarik kuasnya cepat-cepat. “Oh.”
1037.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 743 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Alasan Lembur Suamiku Setiap Malam

Alasan Lembur Suamiku Setiap Malam

tolakku halus. Tanpa banyak bicara, Iki langsung pergi ke dapur untuk mengambil sebuah benda tajam. "Ini kan aslinya tipis, pake ini saja bisa," ucapnya sambil mencoba untuk mengerakkan benda tajam itu dia atas kotak. Kami sempat terperanjat ketika kotak ini belum juga terbelah ketika sudah dipotong setengahnya dengan ger**ji kecil ini. Mata kami membulat sempurna ketika kotak itu terpotong semuanya. Ini tidak lain hanyalah sebongkah kayu.
1045.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

Pedangnya ditarik mundur —lalu diluncurkan. Satu tusukan. Sederhana. Tanpa gerakan indah. Tanpa putaran teatrikal. Presisi. Bilahnya menembus tepat di bawah tulang rusuk kiri Si Pemotong Angin, di antara celah yang terlalu kecil bagi mata kebanyakan orang. ***
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status