Cinta di Bawah Langit Cordoba
Untung, alam sedang bersahabat, Elisa menggesekan Bow kesenar-senar biola, mengeluarkan alunan musik yang lembut, ia merasa hatinya damai, alunan musik itu meresap kedalam jiwanya, bak malam sunyi yang mendamaikan tidur orang-orang di seluruh dunia.
Sebenarnya, Afsheen sudah ingin tidur dari jam 11.00 malam tadi, namun lagi-lagi ia masih bergeming di depan laptop, membuka lembaran microsoft Word yang sudah terisi banyak huruf dan kalimat, lalu tiba-tiba ia kehabisan ide dan memutuskan membuka jendela kamar lebar-lebar, mungkin saja, setelah itu idenya kembali datang.
Sikat na Kabanata