Penyesalan di Ujung Cinta
Aku menyukai Yonan Feryadi, sepupuku yang sebenarnya tidak punya hubungan darah denganku.
Namun, di acara reuni sekolah, dia justru melamar sahabatku, Kirana Sukmawan, di depan semua orang.
Melihat mereka begitu bahagia, hatiku tiba-tiba terasa sangat lelah.
Pada akhirnya, aku memilih Mikho Cendrata, sahabat masa kecil yang selalu menemaniku.
Setelah menikah selama sepuluh tahun, Mikho selalu bersikap penuh perhatian dan kasih sayang. Dia selalu memanjakanku. Kami juga memiliki seorang putri yang manis.
Hingga malam ini, saat jamuan makan malam Tahun Baru bersama keluarga, putra sahabatku sengaja meledakkan petasan hingga melukai putriku. Saat itu, bukannya peduli pada putrinya sendiri, Mikho justru mendorongnya, lalu mengangkat putra sahabatku untuk memeriksa luka di tubuhnya.
Putriku akhirnya mengalami bekas luka permanen akibat ledakan itu, sedangkan putra sahabatku hanya terkena luka bakar ringan di tangan.
Aku ingin meminta penjelasan darinya, tetapi tanpa sengaja malah mendengar percakapannya dengan sepupuku.
"Gagal nikahin Kirana adalah penyesalan terbesar dalam hidupku. Kalau bukan dengan dia, maka menikah dengan siapa pun nggak ada bedanya."
"Lagi pula, Wanda itu nyaman untuk teman tidur. Sayang kalau sampai jatuh ke tangan orang lain."
Air mataku langsung jatuh tanpa bisa kutahan.
Ternyata selama sepuluh tahun ini, semuanya hanyalah sebuah kebohongan besar.
Kalau memang di hatinya tidak pernah ada tempat untukku, maka aku akan mengakhiri hubungan ini dengan tanganku sendiri.