Roman (sa) Arunika
“Tentu boleh. Namun, Captain mengingatkan saya pada bapak. Dia sangat suka memanggil saya Shana daripada Nala.”
“Bukankah arti nama Shana itu indah, Mbak? Baik sekali, begitu, ‘kan? Seperti hatimu, hati yang baik. Wajahmu manis dan membuat saya rindu,” puji Kava jujur yang membuat mata Nala kembali berkaca-kaca.
Dia ingat dengan rindunya, nasib hatinya yang kangen berat pada pemilik suara adem ini.
“Saya juga merindukan Captain, walau itu lancang,” gumam Nala pelan.
Chapitres populaires