Pelet Kopi Darah Haid
Namun, si Mbah seakan tak mendengar perkataan wanita itu, si Mbah yakin kalau ia tetap hidup, ia hanya akan kembali ke sifatnya yang jahat seperti semula.
Jadi seakan percuma saja, jika si Mbah melepaskan dirinya.
Tanpa menghentikankan ucapan asma Allah,
" Allahuakbarrrr!" Ucap si Mbah kencang.
Hawa yang mulanya sunyi sepi, kini kedatangan angin yang entah dari mana datangnya. Menuju si Mbah, dan berputar di atas kepala si Mbah.
Angin tersebut sama seperti tadi, angin yang berwarna putih tersebut mendekati ibunda Sumi. Ibunda Sumi hanya bisa pasrah dan menangis, ia tak percaya ajalnya akan datang secepat ini.
인기 회차