Pacarku Si Ketua OSIS
Duduk di seberang Bara, aku merasakan tatapan dingin dari pria yang kini menjadi sumber kegelisahanku.
Aku mencoba menghindari tatapannya, fokus kepada Papa yang jelas sedang sangat serius.
"Nayla, Papa tahu ini mendadak," Papa memulai, suaranya bergetar sedikit,
"Tapi pernikahan kamu dan Bara... diputuskan untuk dipercepat. Minggu depan."
Dunia seakan berhenti berputar. Pernikahan? Minggu depan? Aku menatap Papa dengan syok, sementara Bara tetap duduk diam dengan wajahnya yang dingin tanpa ekspresi.