Ifat
********
Malam, ikut larut bersama nafas manusia yang terlelap, menguar bersama uapan para jelata yang menebarkan aroma roti bakar dari mimpi mereka, menitis bersama embun yang menggumpal di atap-atap rumah, juga ikut bergemericik bersama air yang jatuh dari keran di sebuah masjid dan membasahi kaki seorang hamba.
Kegelapan, seperti selendang hitam yang meliputi angkasa. Memeluk seantero kota dengan rajutan kainnya yang tipis. Membuai mereka di dalamnya dengan sentuhan lembut yang melenakan. Membantu mereka melepaskan sejenak segala keletihan. Demikian, hakikat sang malam.
Dan..
Malam pun pecah. Bulan berpendar, benderang, lalu meledak jadi potongan manikam. Lalu bintang, berkilauan sejenak
Hot Chapters