Beauty in the dark
Gadis itu mulai duduk bersila dan meletakan tangan di lututnya masing-masing.
Tubuh ia tegakkan, dan tarikan napas mulai terdengar begitu teratur, dalam dan tenang. Pikirannya kosong, tidak ada keluarga, teman ataupun musuh yang saat ini ada di depan mata. Pikirannya benar-benar murni dan saat ia membuka mata, wajahnya terlihat berbeda dan begitu tenang, mengalir seperti air. Namun di dalamnya, mengalir dengan begitu deras gejolaknya sebagai pembunuh berdarah dingin.
“Kau salah besar karena membiarkan aku hidup, Gerardo!”
Capítulos em Alta