Samaran Terakhir
Di tengah pusat kota, singgasana tinta menyala untuk pertama kalinya.
Dari celah retakan dunia, sesosok tubuh mulai terbentuk perlahan wajahnya kosong, tak memiliki mata, tapi mulutnya… penuh narasi. Suaranya bukan suara manusia, tapi gabungan dari ribuan genre: fiksi ilmiah, romansa, misteri, horor, puisi semuanya dalam satu desah lirih.
Ia adalah Null.
Dan ia bukan karakter. Ia adalah konsekuensi.