Cacian Keluarga SuamiKu
Mariahliacerita nafsu istriistri menangis karena mertuamenghadapi mertua mata duitanistri menangis karena perkataan suami
“Ayudia, aku takut. Bagaimana kalau bayangan itu masih ada di luar sana, menunggu? Bagaimana kalau dia ikut pulang?”
Ayudia menggenggam tangannya erat. “Artha… lihat aku.” Matanya dalam, penuh keyakinan. “Aku yang nyata ada di sini. Jangan biarkan bayangan merenggut kebahagiaan kita. Kau sudah kembali. Itu yang terpenting.”
Artha menutup mata, membiarkan kata-kata itu menenangkan hatinya. Tapi jauh di sudut pikirannya, ia masih bisa merasakan tatapan sosok di hutan tadi—dingin, kosong, menuntut.
Beliebte Kapitel