Bareksa
Nala mengerutkan kening
Bagus tersenyum dan melambaikan tangan, memberi isyarat agar Nala turun. Tanpa pikir panjang, Nala menyambar tasnya dan turun dari bus untuk menghampiri Bagus. Pemuda itu tersenyum kepada Nala, membuat Nala merasa matahari seperti ada dua.
"Kak Bagus?"
"Ikut aku saja, La." Suara Bagus sangat jernih bagai gemericik air di telinga Nala. "Sudah jam segini, kalau kamu naik bus nanti terlambat lagi."
Bab Populer