Mertua Cerdas VS Menantu Licik
ujarnya masih cengegesan sambil menyentuh lengan mertuaku.
"Apa maksud omonganmu tadi, Sindi? Cepat jelaskan!" hardik ibu.
"Maafkan sikap Sindi hari itu ya, Bu. Itu cuma prank agar Santi mau memperhatikan badannya. Maaf ya, Bu! Hari itu saat kami datang, rambut Santi bau banget. Belum lagi ketiaknya, ih, gak banget. Kami aja sesama teman duduk sebentar dengannya sudah mau megap-megap. Apalagi Bang Akmal yang harus seranjang dengan Santi. Bisa pingsan dia," kekeh Sindi, nyengir ke arah mertuaku.
Bab Populer