Berpisah Untuk Bersatu
"Lain kali saja ya, Mbak Ayung? Besok pagi kami sudah harus ke Semarang, nengok mbahnya anak-anak. Lagian, masa Mas Tyas pulang sendiri? Hehehehe, kalau ikut nginep sini kan, bahaya banget. Ya, kalau bisa terus balikan sih, nggak apa-apa. Hehehehe …!"
Entah bagaimana, aku ikut tertawa. Sebentar, sampai tiba-tiba pandanganku menangkap adanya sebuah keributan besar di sudut halaman. Oh, sepertinya aku tahu, siapa mereka yang saling memukul dengan begitu brutalnya itu?
***
"Hentikan …!" jeritku histeris, "Limas, Mas Tyas! Ya Allah, berhenti kalian, apa-apaan ini?"
Bab Populer