Kehidupan Ketiga Sang Villainess
Saat angin menyapu lengan kristal yang terangkat tadi, sebuah pemandangan mengerikan terjadi.
KRAK!
Suara itu terdengar seperti kaca yang pecah di tengah malam yang sunyi.
Aurelia membelalak, mulutnya menganga tanpa suara. Tangan pria tua yang baru saja terangkat itu, dari ujung jari hingga pergelangan tangannya, mendadak retak menjadi ribuan garis halus saat terkena sentuhan angin. Hanya dalam satu detik, seluruh bagian tangan itu pecah, hancur berkeping-keping menjadi serpihan kaca kecil yang beterbangan tertiup angin.