Bintang untuk Angkasa
ucap gadis itu menyemangati dirinya sendiri.
Angkasa mengerutkan keningnya. By? Ruby? Selby? Atau ... Baby? Ah, Angkasa makin penasaran. Ia terus memperhatikan gadis itu yang lagi-lagi gagal mengambil buku itu, membuatnya tersenyum geli. Angkasa menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat jam tangannya. Bel masuk sebentar lagi akan berbunyi, dan gadis itu tidak akan berhasil meminjam buku itu jika tidak ada yang membantunya. Dengan langkah pelan agar gadis itu tak menyadari kedatangannya, Angkasa mendekat. Ia berhenti selangkah di belakang gadis itu, memperhatikan buku mana yang hendak diambil gadis itu. Dengan jarak yang sangat dekat seperti ini, Angkasa bisa mencium bau shampoo yang dipakai
Bab Populer