Cinta Pengganti
Tidak ada kata yang keluar dari mulutnya selain decakan itu, lalu kembali memungut buku yang terjatuh itu.
“Nate, boleh minta tolong?”
Masih saja tidak ada jawaban darinya, dia hanya fokus membaca buku tebal yang menjadi bacaan favoritnya akhir-akhir ini.
“Nate...,” Dea merengek sambil meraih lengan adiknya itu, persis seperti anak kecil yang sedang memohon.
Tapi tetap saja Nate, seolah menulikan pendengarannya. Dia memang irit bicara, lagi pula entah kenapa Nate seolah menjaga jarak dari Dea, bahkan mereka tidak terlihat seperti kakak adik.
Sikat na Kabanata