MasukDelia seorang gadis pengagum senja ia selalu menunggu datangnya senja, di tepi Laut bersama Damar yang merupakan sahabat masa kecilnya. Delia mengenalkan senja pada damar ia berkata “Senja tak ingin melihatmu sedih, tetapi ketika kamu sedih kamu bisa melihat senja!"Yang mengingatkannya tentang malam walau ia pergi pasti tetap akan kembali. Kedua sahabat itu menghabiskan malam yang sama namun dengan suasana yang berbeda, Delia memiliki kedua orang tua yang sangat menyayanginya. Berbeda dengan Damar ia harus dituntut dewasa oleh keadaan. Karena keluarganya mengalami kebangkrutan dan ke dua orang tua nya selalu berselisih paham. Ia tak memikirkan perasaan dalam hati nya yang juga ingin menangis, tapi terhenti karena tatapan polos adik kecil di hadapannya yang tersenyum. “Kaka kenapa papa selalu marah!” ucap polos adik kecil di samping nya. “Papa hanya cape de! papa kelelahan bekerja!” seru kaka nya sembari menutup kedua telinga sang adik. Suatu ketika Damar kecil memutuskan pergi meninggalkan kota bersama orang tuanya, ia memberikan kalung liontin berwarna birutanda perpisahan yang begitu cepat. Tak ada kabar sedikit pun, hilang begitu saja seperti terbawa angin di sore hari. Saat ini Delia tak hanya menunggu senja tetapi juga menunggu damar. Apakah Damar akan seperti senja yang pergi dan pasti kembali?
Lihat lebih banyak'Aku hamil anak kamu, Mas Zay.'
"Aaaaaa …." Kina Anggita Dharmasya berteriak horor, dadanya naik turun dengan napas yang memburu. Jantung Kina berdebar kencang, wajahnya pucat dan tubuhnya tegang. Dia bermimpi yang bukan-bukan, melakukan 'itu dengan kakak iparnya lalu dalam mimpi dia berakhir hamil.Setelah merasa sedikit tenang dari rasa syok tersebut, Kina buru-buru meraih HP. Di papan pencarian, Kina mengetik 'arti mimpi hamil. Banyak artikel yang bermunculan, namun sebagian mengatakan jika arti dari mimpi tersebut pertanda akan datangnya seorang jodoh."Jodoh sudah dekat?" Kina mengerutkan kening, membaca artikel di layar ponsel, "idih, dikira sumber air apa?! Gila, jodoh datang sedangkan aku masih pengangguran begini. Alah, hoaks ini!" gerutu Kina, kesal sendiri setelah membaca artikel dari arti mimpi hamil.Tak ada yang Kina bisa benarkan. Di situ dikatakan artinya jika jodoh seseorang yang memimpikan sudah sangat dekat, si pemimpi akan menikah dalam waktu dekat, jodoh yang selama ini si pemimpi tunggu ternyata berasal dari orang terdekat."Huh, kampret!" umpat Kina, memilih meletakan HP di atas nakas lalu segera bangkit dari ranjang.Kina memilih mandi kemudian segera keluar kamar. Mungkin keponakannya sudah datang, dan mereka akan bermain bersama.Semenjak berusia lima bulan, Kina lah yang mengasuh keponakannya. Sheila–kakanya, mengidap penyakit autoimun dan semakin parah setelah melahirkan. Sedangkan kakak iparnya, dia banyak pekerjaan.Zayyan LavRoy Azam! Kakak ipar Kina yang sangat tampan dan penuh pesona. Dia adalah makhluk tuhan yang bisa membuat perempuan menjerit hanya karena melihat rupanya. Namun, dibalik pesonanya, seorang Zayyan adalah sosok dingin, misterius dan kejam.Rumor mengatakan Zayyan tak pernah peduli pada Sheila, dia suami yang jahat. Tetapi Kina tidak percaya, Zayyan selalu bersikap sopan padanya dan tidak pernah menunjukkan bahasa kebencian. Karena seharusnya, jika Zayyan membenci Sheila, otomatis Zayyan juga membencinya bukan. Namun ini tidak.Walau begitu, Kina memang sedikit takut pada kakak iparnya. Pria tersebut sosok yang berbicara seadanya dan cuek minta ampun. Kina tak nyaman berada di sekitar Zayyan. Beberapa kali dia ke rumah sang kakak untuk mengasuh Zana, Kina selalu menghindar. Dia setakut itu pada Zayyan, berbicara dengan pria itu saja kadang Kina gagap."Untung Nona muda sudah bangun," ucap kepala pelayan di rumah Kina, berpapasan dengannya saat Kina akan turun ke lantai bawah."Memangnya kenapa, Kak?" tanya Kina."Nona Zana sudah dibawah, berserta Tuan Zay."Kina mengerutkan kening. Tumben sekali Zayyan mau mengantar Zana ke tempat ini. Apa terjadi sesuatu?"Yaudah deh nggak jadi turun. Kabari kalau Kak Zay pulang, baru nanti aku turun ke bawah, Kak," ucap Kina pada maid tersebut.Namun, ketika dia melangkah untuk kembali ke kamar, maid tersebut melarang dan menghadang."Nona harus kebawah. Tuan besar memerintahkan," panik maid itu. "Ck, apa lagi sih tuh pak tua?!" ketus Kina, akan tetapi tetap menurut dengan turun ke bawah.Kina memang menaruh perasaan benci pada orang tuanya sebab merasa kurang kasih sayang dan tak mendapat sikap adil dari orang tuanya. Sejak dulu orang tuanya hanya peduli pada Sheila (kakaknya yang sudah tiada). Kina paham kakanya butuh dukungan dan kasih sayang lebih sebab penyakit yang dia derita. Namun, haruskah itu membuat orang tua mereka tidak memberikan perhatian serta cinta pada Kina?Selama ini Kina mengemis kasih sayang pada orang tuanya. Akan tetapi bahkan setelah Sheila matipun mereka tetap tak peduli padanya. Enam bulan yang lalu, Kina menyelesaikan pendidikannya. Namun, sampai sekarang dia masih pengangguran. Kina dilarang bekerja agar Kina fokus menjaga Zana.Dulu, kakaknya diperbolehkan menempuh pendidikan di Luar negeri. Bahkan orang tuanya ikut tinggal di sana demi memastikan kondisi Sheila. Kina ditinggalkan di sini, dititip kepada neneknya.Namun, saat Kina yang punya cita-cita menjadi desainer dan ingin bersekolah di Paris, di pusat dunia fashion, orang tuanya melarang. Alasan karena Kina seorang perempuan dan tidak bisa menjaga diri.Hidupnya terasa tak adil, namun meskipun begitu Kina tak pernah menaruh kebencian pada Sheila dan Zana. Karena menurutnya yang salah adalah orang tuanya. Bukan kakak dan keponakannya."Kakaaaaaak …." Saat Kina tiba-tiba di bawah, suara teriakan bahagia mengalun di sana. Seorang anak perempuan cantik dengan rambut panjang–mengenakan dress berwarna pink, berlari ke arah Kina.Kina menyambut hangat, menangkap tubuh tersebut lalu membawanya ke dalam pelukannya."Eih, sudah cantik ajah." Kina berkata dengan manis, nadanya senang dan wajahnya ceria. Bukan hanya sebagai keponakan, baginya Zana adalah teman untuknya. "Tumben cantik, Na, biasanya datang ke sini belum mandi, masih pake piyama."Zana memang memanggilnya kakak, sebab Kina melarang bocah ini memanggilnya aunty atau mama. Kina merasa aneh dan tua kalau Zana memanggilnya Aunty. Sedangkan Mama, Kina merasa merebut Zana dari kakaknya. Oleh sebab itu dia menyuruh Zana memanggilnya Kakak. Dengan begitu dia berasa tetap berada awet muda serta tak merebut Zana dari ibu kandungnya.Sejujurnya Kina memang masih tergolong muda, usianya baru dua puluh tiga tahun–masuk dua puluh empat tahun. Sedangkan Kakaknya dan sang Tuan Zay, mereka sama-sama berusia 34 tahun.Katanya, Zayyan adalah teman kakaknya dahulu. Akan tetapi Kina tak pernah ingat jika Sheila dan Zayyan dulunya adalah seorang teman."Hehehe … karena Nana ingin melamar Kakak sebagai Mommy untuk Nana." Dengan ceria, gadis kecil yang cantik tersebut berucap. Lalu dia melepas pelukan tantenya kemudian menekuk lutut dilantai, seperti gerakan bersiap-siap lomba lari. Akan tetapi tangan Zana tak menyentuh lantai, melainkan terulur ke depan Kina--menyodorkan sebuah bunga mawar serta kotak mewah terbuka berisi permen pada Kina, "maukah Kakak menjadi Mommy Kina?"Deg deg deg'Orang-orang tertawa sebab merasa lucu dengan tingkah Zana, tetapi tidak dengan Kina yang sudah panik sendiri. Apa ini maksud mimpinya? Menikah dalam waktu dekat dan jodohnya berada dari keluarga terdekat. Ti-tidak!"Zana, kamu ngapain? Si--siapa yang menyuruhmu begini?" ucap Kina dengan taut muka muram serta malu secara bersamaan. "Daddy." Zana menjawab."Daddy kamu bego yah?!" galak Kina pada Zana, akan tetapi menyesali ucapannya sebab orang yang dia sebut 'bego tersebut ada di sana–duduk dengan aura alpha, menampilkan ekspresi datar serta dingin dan sedang menatap ke arah Kina. Matanya menghunus tajam ke arah Kina.Kina langsung menutup mulut dengan tangan, membungkuk sedikit pada sosok itu sebagai tanda maaf. Sialnya, sosok itu tetap menatapnya dengan tajam."Daddy bilang jika Kakak mengambil bunga dan permennya, maka Kakak bersedia menikah dengan Daddy. Tapi jika Kakak tidak mengambilnya, itu artinya Kakak bersedia menjadi Mommy baru Nana," ceria anak itu dengan senyuman lebar. Tanpa peduli jika Kina sebelumnya mengatai Daddynya.Bagi Zana, Kina adalah segalanya–Kina mama maupun sahabat, wanita inilah yang membesarkannya sejak bayi. Zana takut pada Daddynya, tetapi jika Kina menjadi ibunya, maka di rumah dia tidak merasa seram lagi. Sebab Kina akan tinggal denganya dan Daddynya."Kedatangan Tuan Zayyan kemari adalah untuk melamarmu sebagai istri, Kina. Ambil bunganya dan kemari lah," seru Luis, ayah Kina. Di depan orang, dia memang akan bersikap manis. Tetapi jika tak ada orang, mana mau dia bersikap seperti sekarang pada Kina.Tubuh Kina menegang kaku, jantungnya terasa akan copot dalam sana. Apa? Zayyan datang untuk melamarnya? Bagaimana bisa pria itu berpikir untuk menikahinya? Kina adik iparnya, dan bagi Kina Zayyan sudah seperti kakak untuknya. Dia menghormati pria itu serta segan.Kina menatap ragu-ragu pada Zayyan, akan tetapi langsung memalingkan wajah sebab pria tiba-tiba menyeringai padanya. Orang-orang tak akan percaya, akan tetapi Kina melihat dengan jelas.'Sudah dikasih isyarat dari mimpi, masih saja aku turun ke sini. Tahu gini mending tadi aku kabur dari balkon kamar.'Mengingat mimpinya tadi, Kina jadi merinding disko saat bersitatap dengan Zayyan.Zayyan tiba-tiba berdiri, berjalan mendekati Kina dan putrinya. Dia meraih permen di kotak putrinya lalu meletakkannya di tangan Kina.Zayyan menyunggingkan evil smirk pada Kina, menatap adik iparnya tersebut secara deep dan penuh maksud. "Sejujurnya aku datang bukan untuk melamarmu, Angie, tetapi sedang memberitahu keluargamu jika minggu depan kita akan menikah."Deg deg degSelamat datang di novel baru kita, MyRe. Semoga suka!!Sinar rembulan begitu terang menyorot permukaan air laut yang tampak bergelombang, suara tawa terus terdengar bersamaan serangga malam yang ikut bergeming. Wajah dua sosok manusia yang saling menatap seraya tersenyum menikmati hamparan laut yang begitu tenang. Sesekali mereka bersenda gurau untuk memecah keheningan malam yang tak terasa mulai larut. Delia mengecek jam yang pada ponsel genggamnya tampak waktu menunjuk sepuluh malam. Namun suasana laut masih begitu ramai, banyak orang berlalu lalang untuk sekedar bersantai sembari menikmati indahnya bintang-bintang di langit.“Gimana Kamu jadi cari model untuk promosiin baju kamu?” Ucap Romi dengan menatap lama mata Delia yang tampak bersinar terkena cahaya rembulan.Delia terdiam sebentar dia masih asyik sendiri tatkala bola matanya menyorot ke ujung hamparan air laut yang tampak tenang. Bibirnya sedikit tersenyum dengan menggaguk dia berkata “Iya Rom, Tapi…!” D
“Kring….Kring…”Suara lonceng sepeda terdengar begitu nyaring Ibu Delia menoleh,menatap ke luar kaca dan tampak putri cantiknya yang baru sampai mengantar bunga pesanan dari pelanggan. Wanita itu hanya tersenyum kecil, dengan kelakuan putrinya yang membuatnya cemas.“Ibu… Delia pulang!” Ucap gadis itu dengan begitu riang, lalu segera berlari menuju sang ibu yang terdiam seraya menatap tajam.“Ya ampun Delia! Ke mana aja tadi?”“He he.. Maaf Ibu, tadi Delia istirahat sebentar di Taman, suasananya asyik sih! Jadi kelupaan deh!”“Hmm… Kebiasaan deh Kamu!” Seru Ibunya lalu mencubit lembut pipi sang putri yang memerah.“Iya maaf.. Terus pesanan bunganya gimana Bu?”“Udah dianterin sama karyawan Ibu tadi! Kalau nungguin Kamu dulu, nanti pelanggan p
Keesokan harinya“Ini pesanan bunganya jangan lupa ya? Rumahnya dekat lapangan bola samping taman itu!” Ucap ibunya lalu segera mengemas dengan begitu cantik, sebuah rangkaian bunga mawar merah pesanan seorang pelanggan.“Iya Ibu! Alamatnya sudah di tulis kan ya?”“Sudah sayang! Kamu memangnya gak repot? kalau harus mengantar pesanan sebanyak ini?” Ibunya bertanya pada Delia karena dia tak ingin merepotkan sang putri.“Ngga kok! Delia masih sanggup, nanti kalau susah bawanya Delia kan bisa nganterin satu persatu Bu!” Ucap Delia meyakinkan ibunya, jikalau dia memang tak direpotkan sedikit pun.“Kamu lagi gak sibuk nih? Nanti gimana butik Kamu?”“Ngga Ibu, Delia sengaja mau bantu Ibu! Sudah lama Delia gak ke Toko. Delia senang kok!” Ujar Delia mengagut seraya tersenyum manis pada sang ibu yang t
Delia termenung menatap suasana yang tak asing baginya, suara desiran laut begitu syahdu. Dengan gelombang air yang nampak tenang, Delia menatap lama matanya tertuju pada jernihnya air yang berwarna hijau kebiruan. Perasannya tampak heran dia seperti tak asing dengan tempat ini sebelumnya. Ada rasa rindu yang terpendam begitu dalam, entah mengapa tiba-tiba air matanya jatuh hingga membasahi pipinya yang merah. Dia teringat akan sahabatnya dulu yang telah lama pergi, entah ke mana tak ada kabar sedikit pun darinya. Kepalanya langsung tertunduk Delia mencoba menahan untuk tidak menangis namun air matanya tak bisa dibendung lagi. Tangisnya begitu pilu hingga membuat dadanya sakit karena menahan napas yang tersengal-sengal. Delia ingin berteriak sekencang mungkin namun suaranya tak bisa keluar seperti tertahan.“Delia” Suara panggilan yang begitu jelas membuat gadis itu terkejut, dia langsung menoleh ke arah belakang dan terlihat sosok laki-laki kecil ya












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak