Cahaya Biru
tanyaku, mengulum senyum tak berdosa, sembari menatap pria berkumis tebal itu yang mirip Pak Raden.
Pak Baru memperhatikanku beberapa saat, seolah hatinya mulai melunak.
"Kamu yang datang terlambat, Cahaya. Segera bersihkan sampah itu!" perintahnya sambil menunjuk ke arah tong sampah yang sudah meluap.
Mataku terbelalak, tidak percaya. "Tapi Pak, saya nggak telat kok, kenapa harus saya yang bersihkan?" keluhku, rasa tidak adil memenuhi pikiranku.
الفصول الرائجة