Luka Cinta Aluna
ucap Zolan, memiringkan badan menghadap Aluna, kedua tangan mencubit pipi Aluna.
“Aaaa … aku nggak suka pipiku di cubit!” teriak Aluna. Zolan belum melepas tangan. “Lepas, sakit, Zolannn!”
Tawa Zolan memenuhi ruangan, ia melepaskan tangan dari pipi Aluna. “Soalnya aku gemas, Al, lihat pipi kamu. Oh Tuhan, sampai merah. Kamu sih, terlalu putih, jadinya merahkan.”
Chapitres populaires