JANGAN NAKAL, TUAN CEO!
Felice sampai harus memegangi perutnya yang kaku karena tertawa membayangkan jeritan Shanum nanti malam.
Mendadak, sebuah ide nakal melintas di kepalanya. Ia menatap Lucy dengan binar mata yang penuh provokasi. “Berani bertaruh, Ma?”
Lucy mengangkat sebelah alisnya, merasa tertantang. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi dengan gaya sangat berwibawa. “Seratus ribu dollar, dia pasti tak akan bertahan lebih dari satu hari, Sayang. Besok pagi, dia pasti sudah lari terbirit-birit dari sini.”