Cinta Gadis tak Bernasab
"Kamu benar. Aku memang lelaki brengsek. Tidak setia. Tapi kamu lupa, Habiba. Aku punya hati. Aku pun sama dengan lelaki lain. Ingin dicintai. Aku ingin saat lelahku datang, ada istri yang mendatangiku, menanyaiku tentang hariku, memijat badanku, menyeduhkan secangkir kopi, atau bercengkrama denganku. Aku ingin saat aku punya beban, ada bahunya tempatku mencari sedikit penghiburan akan semua keluh kesahku."
Syakib berbalik. Air matanya mengalir deras. Habiba kaget. Pasalnya ini pertama kalinya dia melihat Syakib sampai meneteskan air matanya seperti ini. Terlihat sekali ada luka di mata itu.
"Aku gak dapat semua itu dari kamu, Habiba. Dua puluh lima tahun. Aku gak dapat itu dari kamu. Aku le
الفصول الرائجة