KUBURAN YANG TIDAK DIRINDUKAN
“Jika wa’ang tidak meracun anakku, lalu apa yang wa’ang lakukan? Apa wa’ang berani menjatuhkan tangan jahat ke anak-anak, Anwar?”
Pak Anwar tidak menjawab. Dia sudah sangat lelah. Kepalanya berdenyut sakit. “Dengar, Abdul. Pembicaraan ini harus segera dihentikan. Aku sedang tidak ingin melayani wa’ang. Lebih baik wa’ang segera pergi dari sini sebelum aku lemparkan jasad wa’ang ke halaman!”
“Oh, itu benar yang aku tunggu, Anwar! Ayo serang aku! Kita buktikan, siapakah yang akan menang malam ini. Aku atau wa’ang nan mati!
인기 회차