PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR
Ketika ujung telunjuk itu telah berada didekat bekas gigitan, Ki Jagadita menjentikkan jari tengahnya, serta-merta warna biru kehitaman itu lenyap tak berbekas.
“Sekarang bagaimana rasanya, Ki Pokasi?”
Ki Pokasi menggerak-gerakkan kakinya, wajahnya langsung cerah, “Rasa sakitnya hilang sama sekali. Ki. Aku sembuh...! Hanya terasa gatal saja di bekas gigitannya, dan badan saya saja yang terasa lemas, Ki. Terima kasih, Ki,” ucap Ki Pokasi dan langsung mencium tangan Ki Jagadita.
Chapitres populaires