My Goddamn Lover
Karena sebagai teman, Maya merasa perlu untuk mengingatkan Chika.
“Gue tahu, May. Dan, gue pasti selalu hati-hati,” timpal Chika, seraya melahap makan siangnya. Semangkuk soto dengan sedikit nasi itu, akhirnya membuat ia kenyang. “Oh, iya. Kita masih ada satu kelas lagi, kan? Hm ... padahal, gue udah nggak sabar pen ketemu pacar.”
“Dih! Bukannya kita harus ke minimarket? Jangan bilang, lu mau bolos kerja hanya karena Briyan!” singgung Maya. Dia benar-benar tak habis pikir, kalau perkiraannya itu adalah benar.
인기 회차