Cinta yang Melintasi Waktu
Setelah kematian cinta pertamanya, Atmaja membenciku selama sepuluh tahun.
Aku berusaha menyenangkannya dengan segala cara, tetapi dia hanya mencibir, "Kalau kamu benar-benar mau menyenangkanku, lebih baik kamu mati saja."
Hatiku terasa sakit. Akan tetapi, ketika balok rumah yang terbakar jatuh menimpaku, dia malah meninggal demi menyelamatkanku. Sebelum meninggal, dia berbaring dalam pelukanku, lalu menggunakan sisa tenaganya untuk menepis tanganku.
"Lestari, alangkah baiknya apabila aku tidak bertemu denganmu di kehidupan ini ...."
Di upacara pemakaman, orang tua Atmaja menangis tersedu-sedu.
"Atmaja, ini salah Ibu. Ibu tidak seharusnya memaksamu menikahinya. Kalau dulu aku kabulkan keingi
Chapitres populaires