Brondongku Psikopat
Logikanya berteriak untuk melawan, tapi tubuhnya lumpuh oleh ketakutan.
Bram menunjuk ke arah deretan foto di dalam ruangan remang-remang itu. "Kamu pasti mikir aku ini penguntit psikopat yang terobsesi sama kamu, kan? Kamu pikir aku dapet kontak kamu cuma karena kebetulan algoritma I*******m?" Bram terkekeh, suara tawanya terdengar hambar dan dingin. "Nggak ada yang kebetulan di dunia ini, Kiana."