Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dicampakkan Setelah Malam Pertama

Dicampakkan Setelah Malam Pertama

Pernikahannya dengan Axel, seharusnya mengantarkan Permata pada sebuah kebahagiaan. Dia menikah dengan lelaki yang dicintainya. Terlebih lagi, Axel adalah lelaki nomor satu di negeri ini. Sosok sempurna yang diinginkan banyak gadis untuk menjadi pasangan. Tapi nyatanya, itu hanya sebuah kamuflase dan terasa seperti mimpi. Hanya karena sebuah taruhan, Axel menikahi Permata dan mengambil kegadisannya. Setelah malam pertama, Permata ditinggalkan setelah Axel mengungkapkan tujuan yang sebenarnya. . “Itu anakmu. Terserah kamu akan apakan dia.” Ucapan itu terlontar dari bibir Axel saat Permata bertanya bagaimana seandainya dirinya hamil. Dan jawaban ringan Axel, memunculkan dendam di hati P
8.8154.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai cium bibir
Baca
+Pustaka
Aku Istri yang Tidak Dianggap

Aku Istri yang Tidak Dianggap

Menikah dengan pria yang begitu membencinya membuat seorang Safeea menanggung sakit yang teramat sepanjang usia pernikahan mereka. Ditambah pula kehamilan yang tidak kunjung datang menjadikan dirinya bulan-bulanan di keluarga sang suami. “Gugat cerai saya! Secepatnya!” pekik Damar di luar prediksinya, tidak pernah Safeea membayangkan untuk mempermainkan sebuah pernikahan, menikah kemudian bercerai. “Tapi kenapa?” tanya Safeea pelan, bibir bergetar saat mengatakannya. “Kamu sudah tau jawabannya,” Atas dasar apa Damar ingin bercerai? Apa yang akan Safeea lakukan untuk mempertahankan pernikahannya? Masihkah Safeea kuat menahan hinaan dan sikap kasar Damar kepadanya?
9.5129.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai cium bibir
Baca
+Pustaka
Bukan Sang Pewaris

Bukan Sang Pewaris

Leon tak perlu mengerahkan kekuatannya untuk menarik tubuh Aleta ke pangkuannya. Selain karena tubuh gadis itu begitu mungil dan ringan, kedua kaki yang lumpuh itu tak bisa diandalkan untuk memberontak. "Kau bilang tak akan tertarik dengan gadis cacat sepertiku." Aleta menahan kedua tangannya di depan dada Leon. Mencegah wajah pria itu semakin dekat. Bahkan dengan jarak hanya beberapa senti saja, napas berat pria itu terasa begitu jelas menerpa wajahnya. Ujung bibir Leon membentuk seringai tajam. Satu tangan di punggung Aleta bergerak menurunkan resleting baji gadis itu. "Tapi aku belum pernah menyicipi gadiz cacat."
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai cium bibir
Baca
+Pustaka
Kembalinya Putri Yang Telah Mati

Kembalinya Putri Yang Telah Mati

L. Kirana
"Di mana lagi aku bisa menemukan istri yang meracuni suaminya di malam pernikahan?" Ketika satu kalimat ini terucap dari bibir Rajendra, Durga gemetar luar biasa. Seperti ucapan laki-laki itu, di mana lagi ada istri yang meracuni suaminya di malam pernikahan? Tentu saja dia satu-satunya! Dan...bagaimana bisa seseorang yang seharusnya mati tiba-tiba menawarkan kerja sama yang menggiurkan di depan matanya? Itu tidak mungkin kan? Tetapi tawaran ini sungguh menggiurkan. Durga jadi tergoda untuk bertanya, "Kesepakatan apa yang ingin kamu tawarkan?" Rajendra tersenyum dingin. "Aku akan mengeluarkanmu dari penjara. Sebaliknya kamu harus masuk ke istana dan kembali sebagai seorang putri. Itu sa
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai cium bibir
Baca
+Pustaka
Debaran Tiga Menit di Dalam Terowongan

Debaran Tiga Menit di Dalam Terowongan

Di dalam terowongan, aku terdesak arus manusia hingga ke sudut bus, tubuhku menempel erat pada seorang pria asing yang tampan. Tubuhnya panas membara. Jari-jarinya yang kasar dengan sedikit kapalan perlahan menyusuri kulitku yang terbuka. Aku menggigit bibir menahan napas gemetar. Seiring guncangan busnya, tubuhku terus-menerus terhantam ke dalam pelukannya. Di dekat telingaku terdengar suara kekehan pria itu yang perlahan menjadi serak. Tidak lama kemudian, aku merasakan jarinya sedikit demi sedikit mulai menyusup ke bagian tubuhku yang paling tersembunyi. Ada sesuatu yang sudah menekan area sensitifku dari balik pakaian, mengikuti irama guncangan bus dan terus-menerus menghantam di sana ….
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai cium bibir
Baca
+Pustaka
Misteri Bulan

Misteri Bulan

Fidia Haya
Agil adalah pria pintar, sayangnya predikat Cum Laude yang dimiliki tak membantunya mendapatkan pekerjaan. Kemiskinan yang menjeratnya membuat pria itu mau bunuh diri. Akan tetapi seorang gadis menyelamatkannya. Gadis yang bernama Bulan itu memberinya ciuman lembut dan menuntut. “Hush, stop!” Tangan Bulan mengusap wajah Agil dan berhenti di bibir lelaki itu, perlahan tangannya membelainya lembut lalu menempelkan bibirnya pasrah di mulut Agil yang reflek melumatnya dengan gugup. Wangi melati membuat kesadaran Agil terhenti beberapa waktu. Dia memeluk perempuan itu erat. Tetapi pria itu kecewa, setelah tahu, gadis itu adalah arwah gentayangan dan memintanya untuk mengungkap siapa pembunuh
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai cium bibir
Baca
+Pustaka
Pak Bos, Mau Jadi Pacar Bohongan?

Pak Bos, Mau Jadi Pacar Bohongan?

“Gue ada pacar kok!” Ucapan itu meluncur begitu saja dari bibir Jeanicka, meski jantungnya berdegup kencang dan otaknya menjerit panik. Semua bermula ketika ia harus menelan pil pahit: sang gebetan justru menggandeng mesra saudara tirinya—perempuan yang paling ia benci. Terlebih lagi, ucapan remeh si saudara tiri itu menusuk harga dirinya habis-habisan. Pacar? Itu jelas hanya khayalan. Tapi Jeanicka bukan tipe yang tinggal diam saat diinjak-injak. Harga diri harus dibela, gengsi harus diselamatkan. Masalahnya… siapa yang cukup gila untuk pura-pura jadi pacarnya dalam situasi ini? Bagaimana kalau bosnya, Nicholas Wiratama, yang paling menyebalkan itu jadi satu-satunya pilihan untuk Jeanci
780 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai cium bibir
Baca
+Pustaka
BATARI

BATARI

Batari Amara Wijaya seharusnya sudah menjadi abu setelah malam jahanam di Uluwatu. Sepuluh bulan lalu, kehormatannya direnggut paksa oleh pria-pria yang ia sebut keluarga. Di puncak Bukit Terlarang, Batari menukar sisa jiwanya dengan Lenka, entitas mistis haus darah yang memberinya kecantikan mematikan dan aroma mawar yang mampu melumpuhkan logika pria mana pun. Setiap sentuhan Batari adalah racun yang nikmat; setiap desahannya adalah lonceng kematian yang sensual. Kini, Batari kembali ke Jakarta bukan sebagai korban, melainkan sebagai predator. Satu demi satu, mereka yang menghancurkan hidupnya mulai tumbang. Erick Koma, Adrian hilang, Seline hancur, dan kini giliran Victor—pria yang men
10407 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai cium bibir
Baca
+Pustaka
Sentuhan Terlarang Dosen Killer

Sentuhan Terlarang Dosen Killer

“Sebaiknya kamu pergi,” kata Garda lirih. Tapi kontras dengan apa yang dikatakan, tangannya justru menahan pinggang Karina. Tubuh pria itu semakin condong ke arah sang gadis. Wajah mereka hanya berjarak beberapa inci hingga Karina menahan napasnya karena gugup tiba-tiba menyerang. “Ah,” desahnya dalam mulut sang pria saat bibir mereka bertemu. Karina mengira malam itu hanya kesalahan bodoh, sedangkan Garda menganggapnya awal sebuah misi berbahaya. Siapa sangka pria dari malam itu adalah dosen yang dianggap killer di kelas yang Karina ambil? Perlahan, tumbuh gairah terlarang di tengah intrik, drama keluarga, dan bisnis gelap. Di balik tatapan, ancaman tersembunyi, dan batas moral
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai cium bibir
Baca
+Pustaka
Hadiah yang Kusiapkan Untuk Suamiku

Hadiah yang Kusiapkan Untuk Suamiku

Di sebuah acara kumpul-kumpul kecil bersama teman-teman, suamiku, Charles Gunandi ditanya teman baiknya dengan bahasa Prancis, “Wanita simpananmu sedang hamil dua bulan, kamu mau gimana tangani?” Bibir Charles melengkung, sambil dengan penuh perhatian mengupas udang dan mengambil sayur untukku. Lalu dia menjawab dalam bahasa Prancis, “Jenny tidak suka anak-anak, aku akan menyuruh Shinta melahirkan anak itu dan membesarkannya di luar negeri, agar bisa punya ahli waris.” Aku sambil memakan udang, air mata mengalir di pipiku. Charles bertanya dengan panik, “Jenny, kamu kenapa?” Aku menghapus air mataku dan menjawab sambil tersenyum, “Saus udangnya terlalu pedas.” Tapi saus udang itu jelas-jelas
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai cium bibir
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status