Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kesempatan Kedua Untuk Menghancurkanmu

Kesempatan Kedua Untuk Menghancurkanmu

Mereka semua pun tertawa lepas, entah mengapa kali ini Jason merasa lebih santai bersama dengan Laura, mungkin karena saat ini yang ada disampingnya adalah Maura, bukan lagi Laura istri dari tuannya melainkan Maura Kingsley, setelahnya Jason pun menyerahkan kartu identitas baru Laura. "Ini nona, persiapan yang anda minta." Laura menerima kartu identitas itu beserta dengan dua tiket pesawat, di kartu itu tertulis nama aslinya yaitu Maura Kingsley, ia menatap lama kartu identitasnya. Mulai detik ini ia adalah Maura Kingsley sang ratu dari black swan dan bukan lagi Laura si anak yatim. Black swan adalah nama sebuah organisasi dunia bawah yang di pimpin oleh Maura saat ia masih tinggal di kota b
301 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai clean slate
Baca
+Pustaka
Sweet Revenge

Sweet Revenge

Sweet Revenge Dalam keheningan mereka terdiam dengan pikiran masing-masing. Di sebuah danau yang sangat indah dipandang, dengan cahaya matahari pagi yang memantul dengan indahnya menimbulkan warna pelangi. Sebuah mobil X-Pander terparkir di tepi danau. Stela hanya terdiam duduk di sebelah laki-laki yang berpakaian jas hitam dan celana dasar. Memandang layar pipih ditangannya, Dafin berdecak lalu mengusap kasar wajahnya.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai clean slate
Baca
+Pustaka
HALCYON

HALCYON

sahut Haeidi yang baru keluar dari kamarnya, hendak mencuci wajah di kamar mandi. “Iya nih, kirain bapak bakal pulang bawa sebongkah berlian. Tapi alih-alih sebongkah berlian bu, sekotak martabakpun tak nampak” kelakar Namara menggoda bapaknya. “Jadi apakah hanya karena ketiadaan sekotak martabak lantas cinta ibu ke bapak jadi berkurang?” Dimas tampak menggoda istrinya tersebut seraya mengedipkan sebalah matanya kepada Susan.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai clean slate
Baca
+Pustaka
Sabitah

Sabitah

Bumi kembali melayangkan pertanyaan yang memancing emosi sang Ayah. Laki-laki paruh baya itu membanting gelas kaca yang berisi wine mahal berwarna merah pekat. Mata Arya Bahtera menajam. Laki-laki itu memang terlalu sensitif jika membahas Soka Chivalry. Bagaimana pun Arya Bahtera tidak bisa menutup mata jika Soka memang seorang peneliti jenius pada masanya. “Jangan membawa Soka pada pembicaraan kita, Bumi. Dia sudah mati dan tujuan kita di sini adalah mendapatkan gadis itu.”
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai clean slate
Baca
+Pustaka
Paper Gray

Paper Gray

"Apa wanita hamil ini dilarang untuk marah sekarang?" Tawa renyah terdengar dari seberang begitu si penelpon mendengar jawaban menohok dari sang istri. "Maafkan aku, Sayang. Maaf karena telah merepotkan dan menyusahkan mu," Mendengar permintaan maaf yang tulus dari sang suami mau tak mau Yura harus luluh mendengar nada lembut dari Sham. "Baiklah! Karena aku tidak memiliki alasan lain selain memaafkan mu." balas Yura kini tak ada lagi kekesalan dan ekspresi cemberut di paras cantik wanita bernama lengkap Anai Yura itu.
8.43.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai clean slate
Baca
+Pustaka
Exit

Exit

Karena aku ingin menyusul Kak Lela, beloklah aku ke arah jalan kiri. Selagi masuk tempat pencucian perkakas, wangi sabun yang bercampur aroma-aroma bekas pembersihan menyeruak ke dalam indra penciuman ketika aku membuka pintu. Ruangannya juga sangat lembab, kelihat berantakan, dan kotor. Sebagian dindingnya ada yang sudah tidak mulus lagi, cat dinding berwarna putih itu sudah tercorat-coret dengan noda-noda dari piring yang tidak sengaja terkena dinding. Mungkin kesenggol atau memang tidak sengaja terkena ketika piring tergeletak di dekat dinding.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai clean slate
Baca
+Pustaka
Cliche

Cliche

Sayang, masih tidak ada perempuan yang berhasil memantik gairah. Aku menghela napas seraya mengambil dompet. "Berapa semua—" "Pesan Jack Daniels." Suara itu menginterupsiku. Aku pun menoleh dan melihat seorang perempuan berpakaian hitam baru saja duduk di sebelahku. Meskipun pandanganku terpengaruh alkohol, aku yakin kalau ia perempuan yang sangat cantik. "Mohon ditunggu," tukas Bartender.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai clean slate
Baca
+Pustaka
Sweet Coffee

Sweet Coffee

Septian mengulurkan tangannya pada Hana, memperlihatkan plastik di tangannya. Hana menatap plastik tersebut lalu menggeleng, “saya tidak tahu mengenai plastik itu, Tuan. Maafkan saya.” Septian menarik kembali tangannya lalu menyerahkan plastik pada anak buahnya, “memang benar, kamu yang menyediakan minuman itu. Tapi tidak ada sidik jarimu di plastik itu. Kamu tidak bersalah disini.” Septian mengalihkan pandangannya menatap Max, “maaf membuat sedikit keributan di tengah kesibukan anda, Tuan.”
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai clean slate
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status