Di Ambang Gila
“Kita memamerkannya.”
Pameran itu adalah ide gila mereka yang berikutnya. Mereka menyebutnya “Dua Dunia: Seni dan Sains Berbenturan”. Di satu sisi galeri, mereka memajang lukisan-lukisan Ares yang penuh emosi. Di sisi lain, mereka memajang data Elara: grafik, analisis, scan otak yang mencoba (dan gagal) untuk memahami lukisan-lukisan itu. Di tengah, mereka memajang kolaborasi mereka: lukisan Elara yang buruk, scan otak Ares yang “tidak berarti”, dan jurnal mereka yang terbuka—halaman demi halaman di mana tinta hitam dan biru (dan kadang-kadang merah) bercampur, menunjukkan perjalanan mereka dari subjek dan pengamat menjadi partner dan kekasih.
Chapitres populaires