Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Dalam Dendam

Cinta Dalam Dendam

Bagaimana caranya pun itu, dia harus keluar sebagai pemenang. Matanya terkunci mati menatap Sebastian. Dia tiba-tiba sadar bahwa pertarungan ini bukan sekadar soal fisik, tapi juga soal emosi. Sama seperti Sebastian yang mematikan perasaannya saat bersama Zeno, kali ini Zeno juga akan mengakhiri pertarungan ini secepat dan seefektif mungkin. "Satu!!" Sebastian menyerang dengan kecepatan kilat. Zeno hampir tidak sempat bereaksi saat tongkat itu diayunkan tepat ke arah kepalanya.
880 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai contending
Baca
+Pustaka
Complicated

Complicated

Di sebuah kafe pinggir jalan Tara dan Harsa duduk saling berhadapan. Setelah banyak kode yang lelaki itu lancarkan, tibalah dia disebuah final yang akan menjadi awal dari kisah mereka di masa depan. Canggung, Tara menatap gugup Harsa di depannya, jantungnya berdegup tak karuan, sudah lebih dari lima belas menit ini mereka saling diam, dan sekarang menunggu kata-kata Harsa adalah hal yang paling menegangkan untuk Tara.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai contending
Baca
+Pustaka
Unknown

Unknown

ucap gue sambil menjitak kepalanya. “Sakit anjir”sentaknya langsung membalas dengan ikut menjitak kepalaku. “Tapi ya nyet”ucap Radit lagi kembali merusak konsetrasiku dalam membuat typography. “Hem”balas gue singkat berusaha tak terganggu. “Kayaknya Bang Radit sama Dira berantem deh. Soalnya gue denger dari mulut jurusan lain ada yang liat Bang Radit sama Dira cekcok, jarang banget terjadi tu”jelas Radit.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai contending
Baca
+Pustaka
Complicated

Complicated

Langsung dibiarkan begitu saja, beda sekali dengan Avina terpaksa terlibat perseteruan. "Kalian ribut apa sih?" Rendra mendadak nimbrung, bisa dikatakan selalu penasaran dengan masalah orang. "Hanya masalah kecil dan sepele." Aldian menjawab cepat. "Oh." Rendra mengangguk, kemudian melirik ke arah Dafian. Bila di sana ada Avina dan keluarga, Reza juga. Artinya, Ariska, Risky, dan terutama Dafian pastinya ada. Kali ini menarik perhatian Rendra, untuk mencari tahu sesuatu hal.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai contending
Baca
+Pustaka
Cinta dan Dilema

Cinta dan Dilema

Sekarang ia harus memilih, antara malu bertemu dengan tetangganya atau jalan sendiri dengan membayangkan wajah setan yang selalu berhasil menakuti nya. 'nasib punya teman ganjen, ya beginilah.’ Nana mengumpat pelan. Pada akhirnya ia tetap mengejar intan, meskipun ia tetap memilih untuk tidak terlalu dekat dengan tetangganya, tapi cukup dekat untuk mendengar obrolan mereka berdua. “Hay, mas Adri,” sapa intan saat berhasil menyusul.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai contending
Baca
+Pustaka
Dilema

Dilema

~Dicky~ ***
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai contending
Baca
+Pustaka
Sebatas Kontrak

Sebatas Kontrak

"Kontrak tetaplah kontrak Mr. Sehebat apapun pengacara Anda, sudah jelas di sana termuat dimana yang bertandatangan dalam kondisi sadar. Jadi, itu tidak ada gunanya. Malahan, Anda yang akan terjerat sendiri." Jeso terdiam, apa yang Baraq katakan benar. Dimana kontrak tetaplah kontrak. Jika satu orang keberatan, maka tidak ada gunanya mengajukan tuntutan. Pasalnya kontrak bisa selesai dalam kurun waktu cepat alias terputus jika keduanya setuju untuk berhenti. Dan saat ini hanya Jeso yang ingin memutuskan kontrak, terlebih lagi juga perusahaan Baraq memiliki citra licin.
8.57.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai contending
Baca
+Pustaka
Cinta, Dendam, dan Takdir

Cinta, Dendam, dan Takdir

Bukankah kamu paling menyayanginya? Laurent mencengkeram tengkuk kucing itu, lalu mengirimkan ultimatum terakhir di kotak chat. [Elena, kalau dalam sepuluh detik kamu nggak membalas pesanku, aku akan menyakitinya.] Sepuluh, sembilan, delapan, tujuh, enam, lima, empat, tiga, dua .... Satu. Pada saat itu, pintu ditendang terbuka. Laurent menyunggingkan senyum puas. "Elena, akhirnya kamu rela pulang."
17.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 482 kali sebagai contending
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status