Istriku, Jangan Lari Dariku
“Lupakan apa yang sudah kau lakukan, aku akan tetap memaafkanmu. Entah kau patuh, arogan, egois, menghancurkan semua mobil kesayanganku, atau bahkan naif … tidak ada lagi yang penting.”
Kuda-kuda berlari ke depan dengan ganas. Awan gelap menutupi langit. Badai turun secepat kilat. Badai pasir naik menyelimuti dataran luas. Aroma udara di sekitarnya dipenuhi dengan darah dan debu, dibungkus dengan aura kematian. Udara bergema dengan suara pedang bertabrakan dan teriakan manusia.
Itu adalah perang yang sangat dahsyat dan tragis. Untuk menang, dua pasukan musuh akan mencoba membunuh sebanyak yang mereka bisa.
인기 회차