여기 danse macabre와 관련된 34개의 소설이 있습니다. 일반적으로 danse macabre와 같은 이야기는 Romansa, Fantasi 및 Thriller 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Cinta Dan Kematian부터 시작해보세요!
Tubuh Adra terasa lemas dan dia jatuh berlutut, menatap lemah ke arah malaikat kematian itu yang memulai ritualnya.
Sebuah benda hitam mirip sabit muncul di tangan malaikat kematian, lalu digerakan untuk menebas sesuatu di udara. Perlahan Adra melihat jiwa korban kecelakaan itu tertarik dari tubuhnya. Terlihat sangat kesakitan, Adra tak mampu lagi. Dia memalingkan wajahnya dengan perasaan kacau.
JLEBB
Gadis penyihir terakhir telah tumbang di tangannya. Bercak-bercak darah segar dari leher musuh yang telah ia habisi terlihat jelas pada gaun putihnya yang lebar itu. Sungguh tidak dapat dipercaya bahwa wanita itu bisa menghabisi mereka semua dengan mudahnya hanya dengan menggunakan Dancing Art saja.
“Ara ara. Sepertinya pasukanmu sudah tewas dalam pertunjukan malam ini ya, Saudari Mayer,” kata wanita itu sambil tersenyum sadis.
Irene Broune menatap pantulan dirinya melalui cermin di kamarnya. Saat ini, ia baru saja selesai memoleskan make up ke wajahnya hingga berbeda dari biasanya. Tubuhnya terbalut dress berwarna peach dengan banyak permata berkilau yang panjang dressnya hanya sebatas lutut hingga saat gadis itu berjalan paha mulus miliknya akan terlihat. Rambut pirangnya ia gelung dengan pita kecil disekelilingnya kemudian hanya menyisakan sedikit rambut yang sengaja ia juntai ditiap sisi pelipis.
Aesir Vidar berdehem, "Ver ...."
Seorang gadis dan juga Panther hitam yang merasa nyaman dengan sentuhan di kepalanya bergerak pada waktu yang bersamaan untuk menatapnya dengan raut penuh tanda tanya di seluruh wajah mereka.
"...."
Semua orang yang ada di sana berada dalam suasana diam yang sangat canggung, udara macam apa ini yang membuat sekitar mereka tampak seperti tidak pada tempatnya?
Mereka juga sempat mendengar bahwa yang menjadi incaran utama para kanibal disana yaitu daging perempuan mungkin karena lebih enak dan lezat untuk dimakan dibandingkan dengan daging laki laki yang keras.
Sekumpulan mahasiswa pada waktu itu adalah 7 orang, diantaranya 4 orang laki laki dan 3 orang perempuan. Pada saat itu mereka hanya ingin membuktikan, apakah benar terdapat desa yang isinya kanibal (pemakan daging manusia). Mereka juga ingin mendokumentasikan melalui kamera yang mereka bawa dan menunjukkan ke publik bahwa desa tersebut benar benar ada.
***
“Om bhūta-pūrvāḥ, tamasi nibaddhāḥ, āgacchantu mama āhvānam..”
Suaranya menggema di bawah tebing dengan pemandangan hutan yang sangat gelap. Seorang wanita berjubah putih memimpin sebuah ritual yang terlihat sakral dan mengerikan. Di sekelilingnya orang orang dengan pakaian yang sama duduk bersila memejamkan mata tanda bahwa mereka benar-benar mengikuti acara dengan sepenuh hati.
“Wahai para pengikutku, bukalah mata kalian dan lihat apa yang akan Sang Penguasa lakukan….” perintahnya dengan suara yang menggema.
Semuanya musnah dalam amukan sang rubah merah yang sekujur tubuhnya bermandikan darah semua makhluk yang dimangsa.
Hingga satu titik membelah malam. Sebuah kilat mengalihkan atensi sang rubah. Dengan langkah tergesa sang rubah menuju sungai di mana kilat itu menyambar. Di sepasang rubinya terlihat jelas sosok seorang gadis bersurai kelam yang dikelilingi kobaran api. Si gadis yang merasa diperhatikan pun menoleh. Manik kelamnya bertubukan dengan manik rubi sang rubah yang masih membeku.