Broken Flower
Grassiela mendorong kursinya ke belakang dan berdiri, membiarkan gaun malamnya yang berwarna hitam melambai dengan anggun di belakangnya.
Grassiela mengambil sebuah kartu nama dari dalam sakunya. Nama Drayton Marazzi yang tertulis di sana terasa seperti duri dalam pikirannya. Kemudian dia mengambil setangkai mawar merah dari vas bunga dan mengagumi kelopaknya dengan saksama. “Indah, tetapi bisa menyakiti,” gumamnya pelan. Begitu juga dengan pernikahan ini, pikirnya—mewakili seseorang atau sesuatu yang menawarkan janji, tetapi penuh ancaman.