Duka Cita
Sisanya, Cita masukkan ke dalam tas ransel.
Dengan jemari yang tremor, dan diiringi debaran jantung yang mulai tidak teratur, Cita memesan sebuah taksi online. Sudah saatnya Cita pergi, dan memiliki kebebasan atas dirinya sendiri. Terlepas dari keluarga Atmawijaya, dan memulai hidupnya yang baru.
~~~~
“Kenapa bisa …. Ahh!” Tessa memukul meja kerja yang khusus ia siapkan untuk Cita. Meja itu sudah kosong, tanpa ada satu pun barang tergeletak di atasnya.
인기 회차