"Tapi mereka pasti tahu kalau aku masih hidup."
David menggeleng. "Mereka tidak tahu. Karena kami sudah mengkremasi mayatmu."
Gita membeliakkan mata sambil menggeleng. "Siapa yang kalian jadikan mayatku?" tanyanya.
"Hanya orang bayaran."
Aku melihat ada warna kertas abu-abu yang tertutupi sebuah map coklat dan kuyakini lanjutan koran ini.
Menggeserkan map coklat itu, aku mengambil lanjutan koran tersebut. Nama-nama di sana sangat asing hingga kutemukan nama Jordan dan Marilyn berada di sana dengan seorang nama lagi yang sama dengan nama belakang mereka. Drake Maxwell.
Aku kembali melihat koran sebelumnya dan mencari nama Drake yang kurasa aku membacanya tadi. Yap! Nama Drake Maxwell berada di sana sebagai penjahat utama yang telah membunuh 10 orang tersebut.
Mereka hanya bisa berharap dan menunggu Ashley dewasa untuk kembali ke rumah Keluarga Rider.
Puas dengan buah delima, sekarang Ashley mendengarkan semua penjelasan orang tua dari awal hingga akhir.
"Mama akan menjelaskan asal usul kekuatan abu kematian." Stanley berdeham sebelum cerita. "Berawal dari adanya janji yang belum terpenuhi, lalu orang tersebut meninggal, dan jasadnya dikremasi atau dibakar. Abu tersebut bisa menjadi kekuatan untuk melindungi diri maupun orang lain."
Tetapi sayangnya pukulan itu tidak cukup kuat untuk membuat Skeleton King terjatuh, tetapi setidaknya mereka berhasil melakukan serangan.
[ANDA MATI]
Kematian mereka bertepatan dengan waktu berakhir. Pertandingan berakhir dengan tergores-nya Skeleton King dan 30 kali kematian untuk Zyu dan 29 kematian untuk Laure. Hasil yang sangat mencengangkan. Melihat hasil tersebut sudah terlihat bertapa tidak seimbang nya pertandingan yang berlangsung.
Merlin mendatangi Zyu dan Laure.
“Selamat karena telah berhasil menggores Skeleton King.”
Makhluk itu mengangkat tangannya tinggi, siap menghabisi.
**"ALDRIC!!!"**
Teriakan itu datang dari belakang.
Marco muncul, menembakkan shotgun ke kepala makhluk itu.
**"DOR! DOR! DOR!"**
Makhluk itu terhuyung. Lalu mengaum sangat keras.
**"GRRRRRRAAAAAGHHH!!!"**
Tapi di saat bersamaan, **Grayson menekan tombol terakhir.**