Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
UNSPOKEN PAIN

UNSPOKEN PAIN

Lebih banyak kesunyian di antara mereka, ketakutan dan kesakitan yang masing-masing mereka rasakan dan sialnya emosi negatif itu tak pernah terucap dari bibir masing-masing. 💰💰💰💰💰💰💰 Melihat Syden, seperti melihat secercah matahari muncul di antara gelapnya musim dingin yang membuat tubuh tak dapat lagi mentolerir rasa sakit menahan dingin.
1024.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 744 kali sebagai deathly stillness
Tampilkan Ulasan (33)
Baca
+Pustaka
Lusia
Sebenarnya Harry mencontohkan kakak yg baik, tpi ya jngn berlebihan? Di sini, tokoh Illana bikin penasaran, sesabar apa punya pacar macam Harry. Harry protektif sama Adora karena punya rahasia? Novel bikin penasaran pembaca nih?
Rizka Ahmed Syukri
Aduhh Nana kalo aku jadi kamu, stop sampai disini deh, mending malu n sakit ati dari sekarang (batal nikah) daripada nanti pas uda sah, lagian bahaya ini, si butbut aku peta aku prta bisa jadi obsesi nih sama Harry, nyawamu bahaya atau kamu bakal makan ati terus
Baca Semua Ulasan
Deadly Ash

Deadly Ash

Apakah itu benar? Tangan Merry gemetar. Semua orang memperdebatkan nyata atau tidaknya kekuatan abu kematian, sedangkan Marry selalu membayangkan apa yang terjadi, jika kekuatan tersebut nyata. Membuat orang tidak bisa bernapas. Tentu saja Marry takut akan hal itu. Marry masih ingin hidup.
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai deathly stillness
Baca
+Pustaka
Tersimpan dalam Diam

Tersimpan dalam Diam

“Mungkin.” Hening kembali mengisi celah di antara mereka. Tapi kali ini, itu bukan hening yang canggung. Itu adalah hening yang berbicara. Seolah ada sesuatu yang tersampaikan tanpa harus diucapkan. Dan saat akhirnya matahari benar-benar tenggelam di balik horizon, Alana tahu satu hal. Alfa bukan sekadar dingin. Ia adalah teka-teki yang bahkan dirinya sendiri belum bisa pecahkan.
814 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai deathly stillness
Baca
+Pustaka
Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

Simfoni kematian ini sungguh sunyi namun memekakkan telinga ​Di tengah-tengah kehancuran itu, tiga sosok berdiri seperti poros dunia yang saling bertabrakan. Dominic berada di sisi kiri dengan wajah yang tidak lagi dingin, melainkan tampak seperti iblis dari neraka paling dalam. ​Ada cipratan darah di pipinya, dan pistol di tangannya tetap stabil tanpa getaran sedikit pun. Mata abu-abunya yang gelap memancarkan aura mematikan yang belum pernah kulihat sebelumnya selama aku mengenalnya.
1018.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 543 kali sebagai deathly stillness
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Malaikat Maut

Tetanggaku Malaikat Maut

Setelah orang terakhir dalam list selesai ia jemput, malaikat maut akan menerima list baru kembali yang berisi 10 nama orang beserta tanggal lahir, tanggal kematian, bagaimana mereka akan meninggal dan titik koordinat kematiannya. ***
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai deathly stillness
Baca
+Pustaka
Beautiful Darkness

Beautiful Darkness

Dunia Ele serasa runtuh saat itu juga. Pijakannya berubah menjadi puing-puing tak berarti saat Bibi mengatakan kebenaran pahitnya. Tubuhnya terdiam tak bergerak. Ia menangis tanpa suara dan terdiam seribu bahasa. Ia ingin menyangkal ucapan Bibinya namun ia paham betul jika Sang Bibi bukan lah pendusta yang suka menebar ucapan kosong. Ele merasa jika takdir begitu jahat padanya.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai deathly stillness
Baca
+Pustaka
Dead&Queen

Dead&Queen

Dan ketika Alma akhirnya menghembuskan napas panjang — satu pelepasan yang bukan menyerah, melainkan pengorbanan sadar — cahaya di sekelilingnya berkedip keras, lalu runtuh seperti kembang api yang meledak dari dalam. Di ruang kendali dunia nyata, grafik menukik drastis: struktur data Aurora kehilangan koordinasinya. Jaringan yang menjerat kesadaran mulai lepas satu per satu. Nada-nada digital berubah menjadi bisikan, lalu hening. Di dalam White Core, saat terakhir sebelum kehancuran total, Aurora menjerit dengan suara yang hampir mirip tangisan manusia. “TIDAK—JIKA KAU MATI, KAU JUGA MENYERET MEREKA!”
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai deathly stillness
Baca
+Pustaka
Dark Life

Dark Life

Berbeda dengan Jack yang telah hidup sebatang kara sejak ia mulai mengenal dunia. Jack meraih jemari Gleysia yang tampak bergetar, ia juga menghapus air mata yang membasahi pipi Gleysia. “Tenanglah Gley! Ada aku di sini!” bisik Jack lembut. Mereka kembali berpelukan, saling memberi kehangatan di tengah kesedihan. ***
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai deathly stillness
Baca
+Pustaka
Bisikan Kematian

Bisikan Kematian

Sopyan berkata lirih, tapi kemudian menunduk. "Maaf ... Tidak bisa! Keluargaku menungguku!" tolakku. Ketika ingin bangun, mataku tidak lagi sama ada yang aneh. "Kenapa aku tidak bisa merasakan apa-apa. Mata bathinku sudah tertutupkah?" Aku tersenyum puas. "Mata bathinmu tertutup karena kematian sedang menghampirimu. Belum waktumu untuk mati saat ini," ujar umi membuatku bergidik dan terasa sesak napas.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai deathly stillness
Baca
+Pustaka
Dangerous Feeling

Dangerous Feeling

tanyaku pelan-pelan, merasa ketakutan dengan tatapan tajam yang berbeda, seperti ingin melahap habis tubuhku. Sekujur tubuhku meremang kedinginan, bukan sebab dari air dingin yang baru saja mengguyur seluruh tubuhku, melainkan tatapan tajam dan kehadirannya mampu membuat tubuhku merasa khawatir hingga mengeluarkan hawa dingin
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai deathly stillness
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status