Ifat
Ayusqiemaling teriak malingrenungan sepertiga malamjalanan malamteriakan
Bang Fahmi mendongak ke atas dan meletakkan kedua tangannya di atas meja dengan jari-jari yang terbuka.
Lalu bersamaan dengan mengatupkan satu persatu jarinya itu ia pun menghitung.
“Satu, dua, tiga, empat, lima, enam.. mmm.., tujuh, delapan..,”
“Bang.” Potongku tak sabar.
“Dua belas, tiga belas, empat belas..,” Bang Fahmi terus menghitung.
“Bang..,”
“Tunggu, Fat, tunggu! Sembilan belas, dua puluh..,”
人気のチャプター