2nd (second) Destiny
pekik Sammuel yang tak percaya jika komputer super canggih di markas pusat miliknya sedang loading.
“Jangan di ganggu, aku tak mau game ku nanti kerestart ulang, aku sudah sampai sejauh ini, sayang jika dilewatkan,” pekik Dimitri yang membuat Samuel membulatkan matanya.
Ternyata hanya gara-gara game dia begitu, pantas saja Demian begitu kesal ketika komputernya di sabotase oleh Dimitri, sedangkan komputer milik Dimitri digunakan untuk menunggu gamenya yang masih dalam keadaan loading, entah apa yang sedang Dimitri unduh atau yang Dimitri mainkan hingga membuat komputernya begitu, padahal jaringan dan koneksi di pusat kendali di markas utama Collins Brothers tak main-main. Bahkan hampir sama
Bab Populer