Dirty Office
“Dengarkan aku, Aruna. Aku tidak akan menyentuh dan menyakitinya. Aku punya cara yang jauh lebih efisien dari sekedar memukul wajahnya, jadi berhenti mengkhawatirkannya, paham?!”
Di sebuah bar eksklusif yang terasa tenang, Dewa tampak duduk menunggu seseorang. Ia tersenyum dengan begitu percaya diri, karena mengira Aruna akan menemuinya setelah pesan-pesan yang ia kirimkan tadi sore. Namun, senyumnya lenyap saat melihat sosok pria bertubuh tegap dengan jas mahal masuk ke bar tersebut.
Itu bukan Aruna, melainkan Keenan Ignazio Arkana.