Bias Cinta
“Udah nggak usah dipikirin, Bu. Duitnya lebih banyak dari kita, jadi biarin aja.”
Cinta terkekeh. “Maaf, ya, rada telat. Tadi mampir dua kali buat pipis. Nggak bisa nahan.”
“Jangan lahiran dulu,” ucap Dinda sambil mengeluarkan kado yang diberi oleh Cinta. “tungguin Onty balik dari Jogja, baru boleh lahir.”
“HPL minggu depan, kan, Cin?” tanya Ira memastikan lagi, “apa akhir-akhir bulan?”