Ellipsis
Fahrizon Ilmar Al-Farisyrenungan sepertiga malamsedikit cemas banyak rindunyateks renungan malam paling sedih
Dan ia adalah seorang gay.
Awalnya Zenith mau mengajak Ashmir ke tempat lain, tapi macetnya jalanan membuatnya berpikir ulang. Hanya kafe itu yang paling dekat dan mudah diakses dari kantor. Mengingat waktu istirahat makan siang mereka cukup terbatas.
" Syukurlah kalau kamu menyukainya. Aku dan puteriku sering datang ke tempat ini," kata Zenith. Sekilas ia melihat isi meja, hanya ada sebuah vas bunga. "Kamu belum pesan makanan?"