Poor Fatma
Apa yang dia sembunyikan?
“Kebahagiaanku, hanya jika istriku bahagia, Fatma. Hanya itu.”
Dokter Pandri mengusap kembali wajahnya. Barulah kutahu, ada air yang menitik dari bola matanya yang memerah cepat. Setelah berkata demikian, dia berlalu, meninggalkanku dengan segumpal rasa bersalah yang semakin dalam di hati.
Aku pernah berdoa, meminta kebahagiaan kepada Tuhan, tetapi tidak dengan cara melukai hati orang lain.
Bab Populer