Belenggu Cinta Sang Don Juan
Lampu temaram menggantung rendah, menciptakan bayangan panjang di lantai seolah ruangan itu penuh hantu yang berdiri diam, menunggu pengakuan.
Di tangannya, terdapat segelas minuman keras berwarna gelap. Ia tidak menghitung gelas keberapa. Ia tidak perlu menghitungnya. Alkohol baginya bukan pelarian, melainkan alat untuk membuka pintu-pintu yang biasanya ia segel rapat.
Drazhan meneguk perlahan minuman itu. Ia merasakan sensasi seperti api membakar tenggorokan, tapi pikirannya tetap dingin.
인기 회차