Ellipsis
Fahrizon Ilmar Al-Farisyrenungan sepertiga malamsedikit cemas banyak rindunyateks renungan malam paling sedih
Dan yang terakhir, yang terpenting bagi Ashmir, bentuk tubuh Deasy yang besar dan minim lekukan itu benar-benar sesuai dengan kriteria wanita idamannya.
Perlahan tapi pasti, adrenalin Ashmir mulai terpacu. Jantungnya berdegup kencang tak menentu. Napasnya pendek-pendek memburu. Dan matanya tetap melotot seolah tak sedikit pun memiliki rasa jemu. Ketegangan seketika membuat tubuhnya terpaku, memaksa otak dan instingnya bersekutu. Bibirnya merapat bisu, giginya bergeming kaku dan lidahnya berkelit kelu.
"Saudara Ashmir?" ulang Deasy sambil melambaikan tangannya di depan wajah Ashmir. "Apa Anda baik-baik saja?"