Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penyesalan

Penyesalan

"Sorry, sorry. Handphone gue di dalem tas, jadi nggak kedengeran. Di sini bising banget." "Ya udah kalau gitu. Karena kamu udah ketemu sama temen-temnmu, aku ke depan lagi, ya," pamit Reno pada Alisya. "Terima kasih, Kak," ujar Alisya dengan debaran di hatinya. Reno tersenyum kecil. "Sama-sama." Reno pun berlalu pergi. "Hei, itu mata kondisikan. Inget, lu udah ada yang punya," sarkas Aryo.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai echoed
Baca
+Pustaka
EGO

EGO

Suara ketukan pintu bersama sahut suara beberapa orang masuk ke telinga Elzora. "Zoraaaaa," suara saling menyahut dari luar. "Iya bentar..." Sahut Elzora dari kamar. Kakinya meraba kolong ranjang mencari sandal jepit kesayangannya. Ceklekkk.... Ngittttt.... "Hei.... apa kabar lo?" tanya Ardan, Arafah dan Risa bersahut menyapa dari muka pintu. "Alhamdulillah baik-baik aja, ayo duduk dulu..."
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai echoed
Baca
+Pustaka
REINKARNASI

REINKARNASI

Dia hanya limbung sebentar kemudian bangkit lagi dan tertawa renyah. “Kamu pikir bisa membunuhku dengan pistol seperti itu?” ucapnya yang kini sudah terdengar bahwa itu bukanla suara Genta lagi. Suara itu terdengar berat dan serak, serta menggunakan logat seperti orang zaman kuno. Jelas sekali bahwa itu adalah suara Sang Iblis.
9.946.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai echoed
Tampilkan Ulasan (71)
Baca
+Pustaka
Gladys Shanum
Cara penulis menyampaikan cerita berlatar kerajaan Kahuripan lalu lompat ke masa 600 tahun mendatang itu, kereeen. Perlu riset pustaka nih untuk dapat setting kerajaannya. Ditunggu uploadnya lagi, Thor.
Marion D'rossi
Kak, ceritanya bagus dan lain dari yang lain. Sebuah cerita di zaman kerajaan yang begitu menggugah selera. Konflik di awal cerita adalah langkah tepat yang Kakak lakukan untuk membuat pembaca tergugah dan ingin terus mengetahui kisah selanjutnya. Dari segi plot, sebenarnya cerita Kakak ini berat
Baca Semua Ulasan
ONE MORE TIME!

ONE MORE TIME!

Lalu, gadis itu menabrakkan bahunya ke bahu Arziko yang entah sejak kapan sudah berdiri di tempatnya, mendengarkan ucapan Eriska kepada Gina. Mendengarkan dengan perasaan tidak karuan, ketika ucapan Eriska itu lolos dari mulutnya dengan nada kesakitan yang teramat jelas. “Gue brengsek banget, ya, dulu?” tanya Arziko dengan nada jauh. Gina hanya menghela napas panjang dan mendekati sahabatnya sambil menepuk bahunya. “She needs time, bro.” ### Teaser One More Time #4-Korban Bencana Patah Hati (2)
6.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai echoed
Baca
+Pustaka
Frekuensi Terlarang

Frekuensi Terlarang

Lensa wajahnya tidak memiliki mata, hanya sebuah layar lebar yang menampilkan gelombang frekuensi yang identik dengan detak jantung Miri. "Subjek Echo-02," suara unit itu terdengar seperti ribuan suara manusia yang digabungkan, menciptakan efek uncanny valley yang membuat mual. "Serahkan inang Janin Kedua secara sukarela, atau kami akan meratakan koordinat ini hingga menjadi abu."
341 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8 kali sebagai echoed
Baca
+Pustaka
CEO Idaman Menikahi Sekretaris Rendahan

CEO Idaman Menikahi Sekretaris Rendahan

“Kau mengingat kami?” “Aku… tidak tahu. Tapi aku selalu mendengar suara kalian dalam cahaya.” Rachel dan Ryan saling berpandangan. “Dia bisa mendengar kita,” kata Rachel perlahan. “Echo meninggalkan sebagian jiwanya di dunia, dan sebagian di anak ini.” Naya menatap sekitar, melihat bayangan kota lama — reruntuhan yang kini tak ada lagi di dunia nyata.
856 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai echoed
Baca
+Pustaka
Elegi

Elegi

"Apa yang kau lakukan?" Suara jernih Binar yang masuk dalam indera pendengaran Aksa menyadarkan pemuda pirang itu. Biru dan hitam saling menyelami kedalaman warna di hadapannya. Mereka seolah bisa berbicara tanpa kata, dan isyarat mata itu telah menjelaskan segala hal kabur yang ada dalam kepala. "Binar ... apa hubunganmu dengan Phoenix?" "Phoenix? Burung abadi yang musnah 900 tahun lalu?"
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai echoed
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status