ISTRI KEDUA AYAHKU
Mereka masing-masing memakai gaun bridesmaid berwarna gold yang sangat cantik, senada dengan gaun yang dipakai Rumi, pengantin ku.
Dan duduk agak jauh, tapi masih terjangkau pandangan mataku, Kak Elisa yang tangannya tak lepas dari genggaman Bang Sakha suaminya. Sementara tangan satunya mengelus perutnya yang membuncit dengan lembut. Ketika penghulu bersiap menuntunku mengucap ijab kabul, Kak Elisa mengangguk dan tersenyum. Bidadari itu memberiku restu, yang seketika membuatku tenang dan yakin, bahwa semua yang telah terjadi memang harus terjadi. Karena Allah telah menuliskannya dalam buku catatan hidupku.
"Sah!"