Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ujung Senja

Ujung Senja

Emak memberi tahu Bang Asman, seolah sedang mempromosikan barang dagangannya. “Iyo, Mak,” jawab bang Asman sopan. “Sulit cari gadis macam ni zaman sekarang. Muko lawo, masak pandai, mengurus rumah pandai, mengaji pandai. Apo lagi nak dicari,” ujar Emak dengan bangga. Aku yang sedang mondar-mandir menghidangkan lauk tertunduk malu. Bah tampak tidak senang dengan kata-kata Emak. “Mengapo kau ni, Mah? Macam nak kau jual anak aku kepada Asman.”
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai emak emak stw
Baca
+Pustaka
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

"Assalamualaikum Emak, nuju naon?" (Assalamualaikum Emak, lagi apa) "Waalaikumsalam Jang Faiz, Emak nuju bebersih buaran." (Waalaikumsalam Jang Faiz, Emak lagi membersihkan halaman). "Emak Faiz bade ngajakan Neng Cahyati ka Sawah sareng ka pasar Mak." (Emak Faiz mau mengajak Neng Cahyati ke Sawah dan ke pasar Mak). "Mangga Jang"
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai emak emak stw
Baca
+Pustaka
Suami Pengganti Wasiat Papa

Suami Pengganti Wasiat Papa

Emily berkata dengan senyuman lebar, ia sudah berdiri untuk mencoba mendorong dan melipat beberapa stroller yang menarik di matanya. “Baiklah, Sayang.” Gallen mengalah untuk kali ini. “Mas punya stroller yang seperti ini?” Emily menyunggingkan senyum hendak memberikan kejahilan pada suaminya. “Stroller ini maaf kami tidak menjualnya, setahu saja ini hanya diproduksi di Inggris untuk keluarga kerajaan walau sekarang bisa pesan yang hampir sama dengan harga kisaran 150 juta. Kami belum dapat memproduksi yang ini, Ibu.” Penjaga menganggukkan kepala menjelaskan dan meminta maa.
1011.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 328 kali sebagai emak emak stw
Baca
+Pustaka
Mahar Sepuluh Ribu

Mahar Sepuluh Ribu

Sebagai sahabat dari Bu Sekar Bu Emma tidak terima dengan perlakuan Bu Ida yang tersinggung perasaannya. "Ya, ini 'kan cuma untuk menghargai yang punya rumah saja. Aslinya kita suka steik ya, Bu!" Tisna menjawab obrolan itu. Wanita yang lebih tua dari Dimas tiga tahun itu tersenyum pada Ibunya. Ida manggut-manggut setuju dengan kalimat putri sulungnya. Bu Sekar tersenyum. "Orang aneh suka stiek makan sebakul!" oceh Bu Emma, berlaku dari hadapan tiga wanita yang melongo mendengar ucapan tetangga Ajeng itu.
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 366 kali sebagai emak emak stw
Baca
+Pustaka
Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu

Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu

Ting! W******p dari emakku. Rupanya beliau sudah baca WA yang kukirim 30 menit lalu. [Ini beneran kamu beliin Emak emas 10 gram? Ya, ampun, Ocha, kamu hebat sekali, Nak. Baru kerja sudah bisa bahagiakan Emak. Tahu gini, Emak akan ngizinin kamu kerja dari dulu, Cha. Tahu, nggak, sih? Tadi Emak langsung bikin status emas ini. Semua orang tanya sama Emak beli di mana? Berapa gram? Bagus banget. Pokoknya, Mak seneng banget. Makasih, ya, Cha. Kamu hati-hati di sana. Pokoknya Emak akan selalu dukung apa pun yang kamu lakukan di sana. Asalkan menghasilkan banyak uang. Ingat, Nak! Uang adalah segalanya dan dengan uang kita bisa dihormati banyak orang.]
7.724.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 765 kali sebagai emak emak stw
Baca
+Pustaka
Berpisah Untuk Bersatu

Berpisah Untuk Bersatu

Jelas-jelas Ema warga Jerman asli. "A little, Ayung." (Sedikit, Ayung) Ema menyahut dengan mata berbinar-binar gembira. Membelokkan mobil ke jalan kecil berkonblok setelah jembatan kecil yang disampingnya terpasang papan nama bercat biru muda dengan tulisan Ever Green Apartment. "Apa kabar, kabar baik … Nama saya Emanuela. Saya dari Jerman dan sebentar lagi saya akan punya seorang baby kecil. Hahahaha … Salah atau betul, Ayung?" Wow, saking kagumnya aku justru membelalak. Untung Ema mencolek lenganku menagih jawaban. Kalau tidak? Mungkin aku akan terus membelalak sampai tahun depan.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 497 kali sebagai emak emak stw
Baca
+Pustaka
Mendadak Kembar

Mendadak Kembar

"Bapak Ibu, kok banyak banget masak makanan?" "Iya Mel, ini semua spesial buat kamu, semua ini makanan kesukaan kamu kan? Mulai hari ini kamu udah ga boleh sedih lagi, kamu harus ingat, masih ada Bapak dan Ibu yang selalu ada di sampingmu." "Ada Bram juga Bu." kata Bram dengan begitu polosnya. Mereka semua lalu memandang Bram dan tertawa bersama. *** Seorang wanita paruh baya tampak begitu sibuk dengan tumpukan kertas di depannya. "Bagaimana jeng Ratna?"
104.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai emak emak stw
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Sementara, air di westafel terus saja mengalir. ****** “Yeeeey.. Sampai!!” teriak Emmy kegirangan. Kelima mahasiswa itu sedang bersandar di pagar dek kapal. Mereka memandangi menara khas Lampung, Menara Siger yang menyerupai mahkota tradisional. “Welcome to Lampung,” ucap Lili yang sedang membaca tulisan besar yang ada di tepi daratan. “Laper banget gua. Habis ini kita cari rumah makan ya guys?”
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai emak emak stw
Baca
+Pustaka
KARMA PERSELINGKUHAN AYAH

KARMA PERSELINGKUHAN AYAH

Emak pun sebenarnya sudah melarangku, tapi apa peduliku kan, emak sendiri yang menyuruhku untuk mau dengan aki-aki bau tanah ini. Kukedip-kedipkan mataku berkali-kali juragan sapi di depanku sampai terbengong-bengong matanya tak mau berpaling dariku. “Waroh, enggak mau punya ibu tiri seperti dia, Pak. Dia itu teman sekolah Waroh, masa mau jadi Emakku,” ucap Waroh terang-terangan.
1068.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai emak emak stw
Baca
+Pustaka
Mendadak Digerebek

Mendadak Digerebek

“Makasih, Mak.” Syams memeluk Emak yang merentangkan kedua tangannya. “Pergilah. Kamu tidak boleh pulang tanpa Starla.” Emak menepuk bahu anaknya dengan lembut. “Emak tidak mau memiliki menantu selain Starla. Kamu harus membawanya kembali pulang.” Syams melepaskan pelukan. Dia hapus air mata yang mengalir di pipi Emak. “Aku akan membawa Starla pulang, Mak,” ucap Syams penuh tekad.
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 553 kali sebagai emak emak stw
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status